27 Kontainer Tekstil Dari Hongkong Gagal Diselundupkan

0
59

PATRIOT INDONESIA (MPI) TG PRIUK – Kronologi pengungkapan kasus. Saat itu ditemukan 27 kontainer  PT. FIB (Flemings Indo Batam) dan PT. PGP (Peter gramindo Prima oleh bidang penindakan dan penyidikan  (P2 KPU Bea Dan Cukai Tanjung Priuk).

Saat diperiksa isi kontainer didapati ketidak seusai mengenai jumlah, jenis barang, antara dokumen PPFTZ – 01 kontainer  dengan isi muatan. Pemeriksaan fisik barang oleh bidang P2 KPU Bea dan Cukai Tanjung Priuk terdapat kelebihan fisik barang masing masing untuk PT. PGB sebanyak 5.075 roll dan PT. FIB sebanyak 3.075 roll.

Dalam dokumen pengiriman disebutkan kain tersebut berasal dari shanti park myra round India dan kapal pengangkut berangkat dari pelabuhan Nhava Sheva di timur Mumbai India. Namun faktanya kapal pengangkut tidak pernah singgah diIndia dan kain kain tersebut berasal dari China.

Gudang Yang Disegel Kejaksaan

Dari Hongkong ke Batam bukan dari India fakta yang sebenarnya kontainer yang berisi kain brokat, sutra, satin, bahkan barang barang tersebut berangkat dari pelabuhan Hongkong dan pada saat kapal tiba di Batam kontainer berisi tekstil milik PT. FIB dan PT. PGP kemudian dibongkar dan dipindahkan kekontainer yang berbeda ditempat penimbunan sementara  yang berbeda dikawasan Pabean Batu Ampar, Batam.

Selanjutnya setelah seluruh muatan dipindahkan kekontainer yang berbeda kemudian kontainer asal tersebut disi dengan kain yang lebih murah yaitu polyster dengan modus manipulasi dokumen import sebagaimana dilakukan oleh 2 perusahan tersebut yaitu PT . PGP dan PT FBI maka negara dirugikan dalam pemungutan bea masuk dan pajak. PT. Peter Gramindo Prima hanya membayar RP 730 JT untuk beaya masuk dan pajak 10 kontainer sementara PT. Flemings Indo Batam hanya membayar RP 1,09 Milliar untuk 17 kontainer dengan menghitung akumulasi akan beaya masuk beasafe guard, ketidak suasaian jumlah dan kualitas barang dengan masuk ke perusahaan tersebut seharusnya 1 miliar perkontainer. Ini dilakukan oleh orang yang sama, perusahaan yang sama, dan dilakukan berulang ulang Pt . Frater Gramindo Prima sudah memasukan secara ilegal sebanyak 7 kali dan jumlahnya diperkirakan 41 kontainer tanggal 12 januari 2020 hanya membayar 673 JT untuk 7 kontainer sedangkan PT. Flemings Indo Batam telah memasukkan 62 kontainer pada Januari 2020 hanya membayar 780 JT untuk 6 kontainer semua kontainer dilayarkan dari Batu Ampar Batam menuju pelabuhan tanjung priuk .

Waktu pengiriman menyebutkan 10 kontainer oleh PT. Frater Gramindo Prima dan sisanya 17 kontainer oleh PT. Flemings Indo Batam kesemuanya menuju alamat yang sama yaitu kompleks pergudangan Green Sedayu Biz Park cakung jakarta timur pemilik berinisial DR (pemain lama) jaringan mafia tekstil ini menggunakan jalan memutar untuk memanfaatkan aturan Beasafe guard atau bea tindakan pengamanan yang berlaku sejak akhir 2019.

Kain brokat, satin, gorden dalam 27 kontainer tersebut seharusnya dibayar beaya masuk yang lebih mahal ketimbang polyster. Berdasarkan peraturan mentri keuangan no 162 / PMK.  010 / 2019 tentang beaya masuk tindakan pengamanan sementara terhadap produksi kain dari perbuatan pelaku telah melanggar Undang undang Republik Indonesia no 17 tahun 2006 tentang perubahan atas undang undang no 10 tahun 1995 tentang kepabeanan pasal 102 (H) Undang undang Republik Indonesia no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan undang undang Republik Indonesia  no 7 tahun 2014 tentang perdagangan pasal 57 ayat 1 huruf  (a), (b) dan ayat 2   tentang standar nasional Indonesia  (SNI)   sebagaimana telah dikeluarkan juga peraturan pemerintah no 63 tahun 2018 tentang penetapan dan pendaftaran  barang terkait keamanan,  keselamatan,  kesehatan, dan lingkungan pasal 2 ayat 3 huruf (b). Saat ini  barang barang/isi dari 27 kontainer tekstil tersebut ditimbun didua pergudangan PT. Flemings Indo Batam dan telah disegel oleh kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana terlihat digambar diatas.

Lazaros H Kanna Wartawan Ekonomi MPI

Laporan: Lazaros H Kanna Wartawan Ekonomi MPI

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here