Banyak Data BST Double APBD Provinsi Di Desa Sawarna Di Pihak Bank Pending Pencairan

0
22

PATRIOT INDONESIA (MPI) LEBAK – Pembagian bantuan BST APBD Provinsi Banten mulai di realisasikan di Desa Sawarna dan Desa Sawarna Timur Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak, Kamis (11/06/2020).

Pada kegiatan realisasi BST APBD Provinsi ini, pihak Bank BRI Cabang Rangkasbitung mendapat pendampingan dan monitoring dari pihak Kecamatan, anggota Polsek dan Koramil 0315 Bayah.

Realisasi BST ini, tidak selancar pada pembagian BST APBN dan APBD Kabupaten yang dilurkan melalui Kantor Pos.

Pasalnya, pihak Bank BRI Cabang Rangkas  tidak mau memberikan rekomendasi pencairan kepada warga desa bagi yang sudah menerima bantuan sebelumnya atau double data.

Petugas Bank BRI Cabang Rangkasbitung, Restu Illahi, mengatakan, pihaknya tidak bisa merealisasikan bantuan BST APBD 1 bagi yang sudah menerima PKH, BPNT, dan Bansos lainya baik dari APBN, APBD II atau BLT DD atau lainnya.

“Tadi saya sudah konfirmasi kepada koordinator Bank di Rangkas,  mereka mengarahkan agar tidak di cairkan yang double data, dan pihak koordinator di kantor BRI cabang  sudah melakukan koordinasi dengan pihak inspektorat, dan keputusannya jangan di cairkan, dan juga kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan dinas dinas terkait sebelum melakukan pencairan bantuan tersebut,” katanya.

Dalam perealisaian BST ini, kami dari pihak BRI mempunyai SOP dan mekanisme. Pencairan BST dari APBD Propinsi semua melalui rekening bank, jadi kami belum bisa merealisasikan pencairan bagi yang double data, imbuh Restu. Sementara “Iwa sungkawa” Kepala Desa Sawarna mengatakan,

Dari awal pihaknya telah melakukan seleksi, kita mengajukan 187 KK keluar 121 KK dan banyak yang doubel dengan yang APBN, kami Verifikasi dan validasi lagi dengan mengajukan penggantinya yang double, keluar 66 KK dan itu masih ada yang double, terang Iwa Sungkawa.

“Tadinya saya berharap pada pihak Bank bisa melakukan pengalihan penerima kepada yang lebih berhak, namun mereka tetap tidak mau meralisasikannya, sebelum ada perbaikan dari pihak dinas itu sendiri,”jelas Iwa.

Kami dari pemerintahan desa terus terang sudah melakukan upaya agar data yang kami kirim bisa terealisasikan dan tidak double,  namun ketika terjadi seperti ini kami pun tidak mau ambil resiko bila pihak bank tak merealisasikannya, walau untuk pengalihannya kami sudah siapkan, Pungkas Iwa.

Terjadinya data yang double juga ditemukan di desa Sawarna Timur Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Kepala Desa Sawarna Timur, Sanusi, kepada wartawan mengatakan di desanya juga ada yang double dan tidak bisa di ambil semuanya.

 “Ada 13 KK yang doubel, dari 26 KK penerima. Terang Sanusi. Kami sudah melakukan Verval terkait data tersebut, bahkan data usulan pertama yang keluar 48 KK itu di Verifikasi dan validasi lagi karena banyak yang ganda degan bantuan lain dan keluarnya 26 KK, tapi masih ada yang double 13 KK,” katanya.

Saya berharap pihak dinas segera melakukan revisi lagi data tersebut dengan data yang diajukan desa untuk pengalihannya, lanjut Sanusi. Sebab, berkaca pada pembagian BST Kabupaten dan BST APBN  yang bisa dialihkan, maka kami juga telah melakukan persiapan data untuk pengalihan bantuan dari propinsi ini, dan warga sudah mengetahui bahwa mereka akan dapat bantuan.

Jadi kalu sampai bantuan ini tidak jadi diberikan pada masyarakat yang sudah dapat pengalihan, kami takut warga akan bergejolak ke desa karena tidak mendapatkannya, tambah Kades Sawarna Timur, Sanusi.

Sementara Kepala Dinsos Lebak H.Eka Darmana putra S.Pd.MM saat dikonfirmasi wartawan lewat WhatsApp mengatakan, bahwa Itu akibat pihak desa mengirimkan data yang sudah masuk sebagai  penerima bantuan APBN. Yang double segera dilaporkan untuk kita cut off, dan yang lebih bagus yang nerima bantuan double itu diserahkan bantuan itu kepada warga yang berhak atau belum menerima bantuan atau belum diusulkan, dan dengan dibuatkan berita acara serah terima, terangnya.

“Soal data yang dobel turun lagi, sudah kita cut off ke pusat tapi terlambat akibat lambatnya pelaporan, sebab  pencairan APBN tahap satu bergelombang, dengan beberapa kali pencairan.

Oleh sebab itu template cut off nya kita serahkan ke pihak Bank bisa dengan berita acara serah terima, tapi tetap yang menerima yang  namanya tercantum di Kantor Pos kemudian uangnya diserahkan kepada yang lebih berhak menerima, setelah terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan bahwa yang bersangkutan double Bansos, tidak layak, dan lain sebagainya. pungkas Kadinsos Lebak.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPILebak

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here