Enambelas Jam Tenggelam Di Temukan Dalam Keadaan Hidup

0
50

PATRIOT INDONESIA (MPI) BREBES – Aneh bin ajaib,adalah Tarjono,48 tahun warga Desa Karangbale Rt8/Rw4  Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes,memuat geger se kampung.

Mulanya dia pamit, Kamis 10/6 ke istrinya untuk menyiram tanaman bawang selepas shalat maghrib..seperti warga lainnya.karena sampai jam.22.00 wib tidak juga kembali maka istrinya khawatir dan bercerita pada Ketua Rukun Tetangga (rt- red) dan melaporkan kejadian tersebut. “Iya Pihak keluarga melaporkan ke aparat desa” Ujar Rudi yang menjabat sekdes membenarkan.

Singkat cerita H.Rifa’i Kades muda yang terpilih kemarin menghuhungi pihak muspika, setelah menunggu waktu sambil mencari informasi lanjutan maka di putuskan untuk menyisir sungai arteri pengairan.

Tidak kurang warga partisipasi mencari ke beradaan tarjono, tidak ketinggalan Camat,Kapolsek, Daramil serta Basarnas bergiat.

Masih dari keterangan sekdes, yang di hubungi via telphone sambil guyon menerangkan bahwa orang yang tenggelam itu orang sakti.

“Orang sakti pak.” tukasnya sambil tertawa.Patriot sempat heranvatas huhungan orang hilang dan kesaktian.

Ringkas cerita,pencarian di sisiran aliran sungai arteri pengairan hingga larut malam dan di temukan dalam telanjang baju cuma mengenakan celana dalam saja.

Yang lebih menakjubkan adalah waktu tenggelam terjadi 16 jam baru di temukan..saat para petugas melihat ada kemunculan tangan dari dalam air.

Selanjutnya team penyelamat dari Basarnas menarik tangan tersebut ke tepi sungai dan ternyata benar adalah orang yg sedang di carinya.

” Hidup pak..” runtut cerita sekdes penuh semangat yang di liputi kegelian juga. “Alhamdulillah..dalam keadaan sehat cuma kondisi lemas ” jekasnya.

Di balik cerita,Alhasil rumorpun berkembang, bahwa Tarjono memiliki kemampuan (ngelmu- red) seperti masyarakat lainnya.Umumnya orang tenggelam secara akal dengan rentan waktu 16 jam sangat di mungkinkan sudah meninggal tapi kejadian ini malah sebaliknya.

Dibalik cerita itu,saat di tanya,tarjono tidak merasa tenggelam. “Aku wis telung dina ning karaton, kon menggawe (Saya tidak tenggelam, tapi di suruh kerja dalam keraton) tuturnya pada pihak pemerintah desa.Tentu saja keterangannya menjadi suana mistis,dan hingga saat inipun kondisi  kejiwaannya belum stabil, pihak keluarga masih mengadakan baca doa dan mengaji dengan harapan aura negatif segera pergi.

Lebih mengejutkan pula apa yang di sampaikan Kades melalui sekdes,bahwa kejadian serupa sering terjadi terhadap warganya. “Sering, jadi saya tidak panik soal itu, beberapa kejadian serupa beberapa kali terjadi” ulasnya sambil menyebutkan bahwa orangnya mengalami depresi. Beliau berharap kedepan tidak terjadi lagi, pungkasnya mengakhiri pembicaraan. Setiap peristiwa mengandung hikmah..tinggal siapa yang mau belajar.

Laporan: Mohammad Riyadi MPI Brebes

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here