Akibat Double Data, Penyerahan Buku Rekening Dan ATM BLT APBD I Di Desa Cijengkol Sebagian Di Tangguhkan

0
125

LEBAK PIONLINE – Desa Cijengkol Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak Provinsi Banten, memiliki calon sasaran penerima BST/BLT sejumlah 861 KK dari DTKS Non DTKS yang bersumber dana dari APBN, APBD1, APBD2 dan Dana Desa (DD). Dan Desa Cijengkol baru  merealisasikan BLT dari Dana Desa tahap 1 (satu) dan penyerahan buku rekening dan kartu ATM BRI di aula kantor Desa, Rabu (17/06/2020).

Seperti yang dikatakan TKSK Cilograng Awaludin S.Sos, bahwa total jumlah calon sasaran penerima bantuan pemerintah di desa Cijengkol sebanyak 861 KK dengan bersumber dana dari APBN, APBD I, APBD II dan DD, dan untuk di Kecamatan Cilograng, hanya ada 4 desa yang warganya mendapat BLT dari APBD1 yang melaui rekening Bank, yaitu Desa Cijengkol 11 KK, Lebak Tipar 3 KK, Desa Giri mukti 4 KK dan Desa Cibarenao 3 kepala keluarga penerima manfaat, terang Awal.

Hadir dan melakukan pemantauan pada pembagian rekening dan kartu ATM BRI ini, UPTDPSRTS Dinsos Provinsi Banten Iwan Mulyawarman, Kasi Ekbangsos Kecamatan Cilograng Roni Hardiansyah S.Sos bersama staf Hermawan C.D, anggota Posmil Cilograng Sertu Iwan, TKSK Cilograng Awaludin S.Sos, Kepala Desa Cilograng Muhammad Aminudin, juga Ketua BPD dan LPM.

Sekdes Yogi Sofyan Badri S.pd, selaku moderator atau pemandu acara, dalam sambutan pembukaan menyampaikan  terimakasih atas kehadiran para calon penerima bantuan, dan menghimbau agar tetap melakukan protokol kesehatan,  dan berharap semoga bantuan ini pemerintah bisa bermanfaat dan agar di pergunakan atau dibelanjakan kepada kebutuhan yang sangat diperlukan, imbaunya.

Petugas BRI Cabang Rangkasbitung Unit Bayah diwakili Restu, yang menyerahkan buku rekening dan Kartu ATM  BRI kepada KPM, dan selanjutnya mempersilahkan untuk mengambil masing-masing uang bantuan (BLT) di BRI atau BRI link terdekat.

Pada kegiatan penyerahan Buku rekening dan kartu ATM BRI untuk BLT dari APBD1ini belum dapat distribusikan seluruhnya. Pasalnya, dari 21 KK yang menjadi calon penerima BLT, 10 KK diantaranya terjadi double data. Pihak Bank menanguhkan penyerahan buku rekening dan kartu ATM kepada calon penerima bantuan yang memiliki doubel data, di calon penerima bantuan soasial dari APBN dan APBD1, sampai selesai dilakukan verval ulang oleh pihak desa dan Dinsos Provinsi.

UPTDPSRTS Dinsos Provinsi Banten Iwan Mulyawarman mengatakan, bahwa bagi warga yang doubel data, pencairannya akan dipending dulu, untuk di lakukan verifikasi dan validasi, dan menunggu pengajuan pengalihan dari desa.

“Karena pemerintah hanya memberikan satu bantuan saja kepada masing-masing KPM, jadi tidak boleh ada yang mendapat bantuan dobel, agar ada pemerataan,” katanya kepada wartawan Patroli, saat diwawancara selepas kegiatan.

Senada yang disampaikan Kasi Ekbangsos Kecamatan Cilograng Roni Hardiansyah, agar warga masyarakat Desa Cijengkol yang double data atau sudah mendapat bantuan, agar memberi tahukan kepada pihak desa, supaya nantinya bantuan sosial tersebut bisa dipindahkan kepada warga terdampak covid 19, yang belum menerima bantuan.

Selepas acara penyerahan buku rekening dan kartu ATM BRI kepada para calon penerima BLT, dilanjutkan kepada perealisasian BLT  dari dana desa (DD).

Perealisasian Bantuan Langsung Tunai (BLT)  DD Cijengkol tahap ke-1 kepada 136 orang KK diserah terimakan langsung oleh Kepala Desa Cijengkol Muhammad Aminudin(Alex) berlangsung tertib dan lancar.

Sebelum  penyerahan BLT, kepada wartawan Kepala Desa Cijengkol Muhammad Aminudin  menjelaskan, bahwa pembagian bantuan sosial kali ini bagi warga kurang mampu yang belum terjaring/terdata atau menerima bantuan pada DTKS dan Non DTKS dari APBN dan APBD2, dan masuk pada penerima BLT dari anggara DD dan APBD1, dan perealisasian kali ini untuk tahap ke-1, jelas Muhammad Aminudin yang akrab di sapa Alex, Rabu (17/06/2020)

Dalam sambutannya, Aminudin kepada masyarakat menjelaskan, bahwa pihak desa dalam melakukan pendataan dan pengajuan data, tidak ada istilanya membeda-bedakan atau tebang pilih. Pemeentah desa mengajukan semua masyarakat yang dirasa sesuai dengan kreteria yang tentukan, dan juga berharap agar semua yang di ajukan itu bisa mendapat bantuan. Tapi setelah dilakukan verifikasi oleh pihak-pihak atau dinas terkait ternya masih saja ada yang tidak lolos Verifikasi, sudah bukan lagi menjadi kewenangan kami dari pemerinta desa, terang Aminudin.

“Kami selaku pemerintah desa, tidak membeda-bedakan dalam melakukan pendataan dan pengajuan, dan terus berupaya untuk melakukan pendataan dan mengajukan warga kurang mampu sesuai ketentuan dan belum mendapat bantuan. Dan calon penerima BLT yang muncul adalah hasil dari verifikasi oleh Pemerintah daerah dan dinas terkait,” terangnya.

Aminudin menambahkan, bahwa bagi warga yang double data, nanti akan dilakukan musyawarah untuk dialihkan kepada yang layak dan belum menerima bantuan, imbuhnya.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi MPIBanten

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here