Menanti Janji Pemerintah Karawang Tentang Kawasan Usaha Pengolahan Limbah

0
156

Oleh: Nurhasan SH MH/Pimred MPI              

PATIOT INDONESIA (MPI) Kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Salah satu cara pencapaian tingkat kesehatan yang baik pada masyarakat dilakukan melalui pengelolaan kesehatan lingkungan yang baik.

Industri sebagai bagian integral dari perkembangan tata kehidupan bermasyarakat. Tentang manfaat industri tentusaja telah begitu banyak di nikmati dalam kehidupan masyarakat. Namun jangan dipungkiri bahwa indutri juga sedikit banyak pasti bakal mencemari lingkungan sekitar. Pengendalian pencemaran lingkungan yang baik diperlukan untuk mencapai taraf kesehatan masyarakat yang ideal.

Pada tahun 2011 diterbitkan oleh pemerintah Indonesia peraturan tentang Penilaian PROPER yang mengikat secara tegas industri-industri untuk mengelola kinerja lingkungannya.

Maka industri yang berpotensi mencemari lingkungan harus memberi insentif, dan yang seharusnya menerima adalah masyarakat. Tentu saja masyarakat yang tinggal tidak jauh dari lokasi industri beraktipitas. Mereka harus menerima insentip berupa keramahan lingkungan dan udara yang sehat.

 Perindustrian yang saat ini berkembang tentu saja memberikan dampak yang sangat signipikan bagi kemajuan tetapi juga jangan dipungkiri ternyata juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat di sekitarnya. Dampak negatif tersebut ditimbulkan oleh berbagai macam jenis pencemar yang ada.

Pencemaran  dalam berbagai bentuk nya. misalnya pencemaran udara dan debu tentu ini merugikan masyarakat dalam segi kesehatan, baik itu bagi kesehatan paru-paru dan sistem pernafasan serta bagi indera, seperti kulit, mata dan lain sebagainya.

Limbah dalam bentuk cairan, limbah industri berbahaya karena merusak ekosistem  lingkungan baik udara dan air. Untuk itu perlu diadakan nya pemanfaatan limbah baik cair maupun padat, untuk mengurangi dampak yang dirasakan oleh mayarakat.

 Seperti yang kita ketahui efek samping dari tindakan industri yang saat ini sedang berkembang pesat adalah semakin meningkatnya limbah yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Untuk itu perlu diadakaan pengolahan kembali  limbah-limbah tersebut sebelom dibuang ke badan air ataupun ke masyarakat.

Misalnya dapat dilihat pada limbah industry gula, tetes salah satunya apabila langsung dibuang ke badan air akan memberikan dampak bau yang sangat tidak sedap sehingga menimbulkan keresahan serta protes-protes yang timbul di masyarakat sehingga tercipta ketidak selarasan antara pembangunan industry dengan keadaan di sekitar industry.

Tidak hanya itu, limbah tetes ini sendiri dapat memberikan efek naiknya COD dan BOD di dalam air sehingga O2 di dalam air pun menjadi turun. Sehingga kualitas air di sekitar industry ini pun menjadi memburuk dan banyak biota air di sekitarnya yang mati karena kekurangan oksigen. Selain itu jika ini terus berlanjut akan menaikkan tingkat nutrien di dalam air.

Memang jika terlalu asam pH air limbah, maka ini berarti penanganan dalam pabrik belum optimal, masih ada polutan yang lolos masuk ke saluran ini. beban polutan sangat memberatkan proses penguraian di kolam aerasi.

Kolam-kolam aerasi yang sedang beroperasi. Terlihat warna air limbah agak hitam padahal seharusnya coklat. Warna hitam menunjukkan tingkat polusi sangat tinggi. kandungan BOD (biological oxygen demand) dan klorida bebas belum memenuhi baku mutu. Misalnya kita dapat mengukur BOD standart yang di tetapkan baku mutu 6 mg per liter. Adapun Klorida bebas baku mutu 0,03 miligram per liter.(red/1)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here