Catatan Jurnalis Regulasi dan Peluang Bisnis B3

0
56

PATRIOT INDONESIA – Akhir Juni dua tahun lalu, dengan mengambil tempat ruang Sidang Teknik Kimia. Ikatan Alumni Teknik Kimia ITS (ALTEKIM ITS) mengadakan kegiatan Halal bi Halal dan Focus Group Discussion (FGD). Diskusi, mengangkat tema Regulasi dan Peluang Bisnis Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). FGD dihadiri para tamu undangan, mulai dari dosen, dosen purna tugas, dan alumni Teknik Kimia yang berkiprah di berbagai sektor.

Tampil sebagai narasumber Bang Ucok K34 (Edward Nixon Pakpahan, Ph.D, Deputy Director Infrastructure & Services, Directorate of Performance Evaluation on Hazardous Waste & Non Hazardous Waste Management, Kemen LHK) dan dimoderatori oleh Cak Gunawan K34 (Sekretaris departemen Teknik Kimia FTI ITS).

Lingkup bahasan FGD adalah (1) Limbah B3 & Regulasi Pengelolaan Limbah B3; (2) Eksisting Pengelolaan Limbah B3: Limbah B3 Fasyankes; dan (3) Pengembangan Pengelolaan Limbah B3. Di setiap mata rantai pengelolaan dilakukan pencatatan dan pengendalian dengan izin untuk memastikan dipenuhinya persyaratan lokasi, fasilitas, teknologi, dan baku mutu. Setiap perpindahan limbah B3 disertai dengan manifes untuk memastikan pengelolaan dilakukan sesuai prinsip from cradle to grave.

FGD menyimpulkan bahwa ada 5 bidang yang bisa digeluti oleh para Alumni Teknik Kimia sebagai wujud kontribusi nyata dalam pengembangan pengelolaan limbah B3, yaitu: (1) pemanfaatan Fly ash dan bottom ash (FABA); (2) pemanfaatan limbah ban bekas menjadi bahan bakar
(pyrolysis); (3) pembangunan insinerator limbah B3 Fasyankes (4) pembangunan plant pemanfaatan pelumas bekas mjd HSD (High Speed Diesel); (5) pemanfaatan merkuri cair. Lebih lanjut, yang dimaksud pemanfaatan FABA dan Pelumas Bekas adalah pengolahan in-situ untuk menekan biaya transportasi.

Nurhasan SH MH.

Catatan Jurnalis Nurhasan SH MH sumber: Departemen Teknik Kimia ITS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here