Setelah Tahu Tidak Layak KPM Kembalikan BST APBN

0
22

PATRIOT INDONESIA (MPI) LEBAK – Salah seorang Keluarga Penerima Manpaat (KPM), Warga Kampung Citeureup RT 12 / RW 04, Desa Rahong Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak Provinsi Banten, mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) yang terdampak pandemi Covid-19.

Namun sebelum ada pemberitahuan dari aparatur Desa Rahong untuk perealisasian, dia telah mencairkannya ke Kantor Pos Malingping, tanpa ada konfirmasi  dulu ke pihak desa, dengan alasan ada seseorang yang ngajak mencairkan uang BST tersebut,  katany.

Lupi (34), Warga Kampung Citeureup, Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membeberkan perihal BST yang dia ambil dari Pos Malingping, dan setelah dirinya tahu bahwa dia tidak berhak untuk menerimanya karena sudah mendapatkan bantuan PKH, maka dikembalikan lagi.

“Awal mulanya saya mendapat bantuan PKH atas nama Istri saya bernama Lili (29), cuma saya terdata dana Covid. Pas waktu magrib seseorang berinisial (A) datang ke rumah saya, sekitar semingguan yang lalu, terus (A) mengatakan kepada saya, ‘Pi, Kamu dapat bantuan Covid,   katanya. Dan saya jawab; yang betul (A), dan (A) menjawab lagi, betul Pi, Mau dicairkan gak?’ Katanya. Saya kan tidak berpikir panjang, karena saya sedang susah, pikir saya memang kami dapat bantuan PKH, tapi saya dengan terdatanya sebagai penerima dana Covid itu tak masalah.

Saya berangkat aja ke Kantor Pos untuk mencairkan uang. Setiba di Kantor Pos, disana sudah ada orang lain yang mau mencairkan uang sama dengan saya, dia itu bernama Hj. Halimah alamat Kampung Citeureup RT 06 / RW 03 dan Yayah  Alamat Kampung Cihaseum RT 7 /  Rw 02, Desa Rahong. Setiba disana, tidak lama kemudian datang Dewan Musa, sementara Si (A) sedang menjemput orang yang mau mencairkan juga atas nama yang lainnya. Setelah dana Covid saya dan yang tadi saya sebutkan bisa dicairkan, yang nilainya RP 600rb, saya langsung pulang. Setiba di rumah, ada Si (A) dan temannya. Terus ngomong ke saya, “Pi kamu sudah dapat PKH dan itu harus dialihkan ke yang lain, ya saya alihkan ke atas nama saudara saya, dan ternyata saudara saya pun sudah dapat BLT. Akhirnya uang tersbut saya ambil lagi dan saya kembalikan ke Kantor Pos Malingping,” jelas Lupi.

Lupi juga mengaku, bahwa saat dirinya diajak mencairkan BST tersebut, tidak konfirmasi terlebih dahulu ke aparatur Desa Rahong dan tidak diketahuinya.

“Saat saya mencairkan BLT tersebut, saya memang tidak sempat memberi tahu ke pihak Desa Rahong, dan pihak Desa Rahong juga tidak tahu apa yang saya lakukan dengan Si (A). Pungkas Lupi. Selasa (23/6/2020).

Andi, selaku pegawai Kantor Pos Malingping, saat dikonfirmasi lewat telpon WhatsApp, terkait BST yang dicairkan atas nama Lupi, dirinya membenarkan hal tersebut.

“Iya, betul… Terkait KPM yang tiga orang itu. Dewan Musa nelpon ke saya, malam-malam, saya disuruh ke Kantor Pos bahwa saya sudah ditunggu masyarakat, ada lima KPM. Dan saya segera ke Kantor Pos. Disana benar sudah ada KPM yang tiga orang itu, atasnama Lupi, Halimah dan siapa lagi itu yang lainnya. Kalo untuk atas nama Lupi uangnya sudah dikembalikan lagi,” ucap Andi.

Laporan: Asep Dedi Mulyadi Jurnalis MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here