Inovasi Saat Pandemi Covid-19

0
34

PATRIOT INDONESIA (MPI) BREBESMasa pandemik Covid 19, mau tak segala upaya di usahakan dengan berbagai terobosan dan Inovasi agar terus terjaganya ekonomi kemasyarakatan.

 Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah MSi yang pernah menjadi kandidat kompetisi Gubernur Jawa Tengah bersama Sudirman Said membuat terobosan apa yang di frame “Pelatihan Peningkatan Produktifitas Di Masa New Normal” yang di laksanakan di dua desa yakni Desa Sitanggal dan Luwunggede Kecamatan Larangan – Brebes.

Hadir pada kesempatan pembukaan loka giat Inovasi Usaha Kecil Menengah, Kepala Balai Besar Peningkatan Produktifitas ( BBPP – red )

 Chaerul Fadhly Harahap berharap agar kegiatan ini menjadi induk program berkelanjutan. “Program ini bukan hanya untuk sekedar aplikasi tapi menjadi perwujudan aksi dalam meningkatkan petekonomian di desa” pesannya dalam opening pelatihan dihadapan para wakil peserta dari dua desa. “Jadikan ini Induk yang mampu membiakan hasil” ujarnya yang du sambut meriah dengan aplause semangat.

 Kegiatan ini bukan hanya di ikuti anak muda dari karang taruna tapi para senior pelaku usaha di tiap desa.Hal ini memungkinkan adanya greget aksi di lapangan. Tujuan mendasar dari program ini yang di gerakan Balai Besar Peningkatan Produktifitas adalah. Meningkatkan Usaha Kecil Menengah, dengan menemukan inovasi produktif yang bisa di tularkan sehingga kelak dana APBN yang di kucurkan bisa bertranformasi positif. “Sangat manfaat..” tukas Wandi dan Aristo peserta dari Luwunggede yang fi daulat sebagai koordinator acara tersebut.

 “Membangun pola pikir anak muda agar cepat mampu mengambil peluang usaha dengan nyata meski di mulsi dari titik nol “Timpal Aristo sang ketua kelas. Para instruktur sendiri memberikan materi yang aplikatif dan mudah di fahami dengan cepat karena lebih banyak pada materi tekhnis sehingga pesertapun tidak bosan dan jenuh untuk mengikutinya. Adit yang masih bujangan sebagai pendamping yang di tugaskan oleh Institusinya tentu saja akan terus mengevaluasi hasil pelatihan ini.

“Ada masa waktu Tiga sampai Enam bulan di tahapan pertama ” Jelasnya.

 Kepala Desa Luwunggede Suhersih pun sangat menyambut baik dan berharap pemerintah pusat ataupun daerah secara bertahap aktif,mengingat dengan kondisi saat ini cara yang efektif adalah meningkatkan energy positif masyarakat desa.Beliau menegaska bahwa program ini bisa menjadi regulasi berdinamis yang bisa di terima masyarakat dari semua kalangan. “Jangan hanya sebuah program saja tapi harus nyata perwujudannya, seperti dana yang di siapkan,Tenaga Pendampingan dan peralatan teknis lainya “pintanya pesanyang disampaikan usai acara pembukaan. “Kegiatan ini murni di selenggarakan dari kementrian Tenaga kerja, kami hanya menyiapkan Peserta dan tempat saja” pungkasnya.

Mengenai hal – hal kegiatan usaha fi serahkan pada masing -masing kelompok dan tidak harus sama artinya bisa bergerak di ma nufaktur,Percetakan dll.

Sejarah telah membuktikan saat krisis 1998, bahwa Usaha Kecil Menengah lah yang bertahan.Artinya program kembali ke usaha kecil merupakan langkah tepat. Satu hal yang di perhatikan adalah steakholder harus terus bersinergy.

Laporan: Mohammad Riyadi Biro Brebes

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here