Kapolsek: Corona Tak Usah Di Takuti

0
18

PATRIOT INDONESIA (MPI) BREBES – Sejak meluncur derasnya virus Covid 19 bagai bah yang menerjang segala sendi kehidupan, bahkan sampai hari ini nampaknya belum ada tanda-tanda pulih pada Normal be life.

Segala upaya terus di lakukan bahkan seluruh element bangsa di libatkan demi mengatasi wabah yang di ketahui berasal dari Wuhan China ini.

“Corona akan hilang di bulan Juli” demikian nukilan kecil dari pernyataan Presiden Jokowi,dalam pernyataannya di sebuah televisi nasional, namun apalah kenyataannya sampai saat ini pandemic itu masih bergerak.

Kapolsek Kersana AKP Teguh S.H bersama jajaran Forkompincam tak bosan rasanya untuk bersosialisasi aktif pada masing-masing staff dan anggota bahkan terjung langsung pada masyarakat di khususnya wilayah binaannya. Seperti,Senin, 21/7 kemarin. “Sosialisasi itu sangat urgent agar bisa langsung terfahami pada masyarakat ” Ujarnya saat di hubungi Patriot.

Lebih lanjut belaiu berpesan agar masyarakat senantiasa menuruti aturan protokol penanganan covid 19 dalam penerapan   New Normal atau dengan istilah lain Tatanan Kehidupan Baru. “Terapkan suatu kebiasaan yang luar biasa,bahkan sesuai tuntunan agama juga yakni pola hidup sehat ” sambungnya  diplomatis.

Memang ada benarnya terlebih umat muslim, sering di jelaskan oleh para mursyid, bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman (Ihya Ulummudin- Al Ghozali – red).

Berkait dengan Tatanan Kehudupan Baru, beliau meminta agar masyarakat tidak perlu takut pada wabah ini,akan tetapi, sebagai ikhtiar hidup sehat perlu di biasakan praktek sehat diri dan keluarga.

“Ayo kita biasakan cuci tangan..minum jamu,pake masker dan jaga jarak dalam kegiatan ” Urainya rinci. Ketika di singgung soal kegiatan masyarakat “Hajatan” beliau jelaskan bahwa ikuti tahapan protokol kesehatan, tapi untuk acara di perayaan Agustusan akan sangat ketat terhadap kegiatan yang mengundang masyarakat banyak.

“Sementara tidak di bolehkan, saya pinta bagi yang tidak ada kepentingan mendesak lebih baik tetap di rumah” pungkasnya. Sosialisasi di Aula Kecamatan Kersana juga di hadiri Camat Asif Fauzan, S.H.,S.IP di kesempatan itu beliau katakan dengan jelas dan meminta masyarakat jangan terlalu vulgar menyikapi.

“Jangan euforia,karena tatanan kehidupan baru merupakan adaptasi masyarakat agar bisa terus berkelangsungan menata diri dan keluarganya secara normal, Survive” Paparnya saat membuka acara dalam sosialisasi Tatanan New Normal.

Hadir pada acara tersebut Dan Ramil yang divwakili Peltu Khoiri,Sekretaris IDI dr.Irma juga Kepala Puskesmad dr.Tambah serta kadin pebdidikan,Para Kades se Kecamatan Kersana dan wakil tokoh masyarakat dan agama.

Di kesempatan itu juga di buka season tanya jawab yang sarat kompleksitas seputar penanganan dan pencegahan wabah corona. Akhir pertemuan di tutup dengan hikmat lantunan doa dan hikmat oleh ustadz satu dari peserta sosialisasi

Sehat itu mahal,tapi tidak sehat itu lebih mahal. Demikian para pakar kesehatan dalam setiap kesempatan selalu dia sampaikan..

Sesungguhnya Islam telah hanya M mengajarkan cara menjaga kesehatan tapi banyak yang mengabaikan, mudah – mudahan adanya Civid 19 menjadikan kita untuk terus belajar dan memahami makna dari kebiasaan sehat.

Laporan: Mohammad Riyadi MPI Biro Brebes.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here