Silang Sengkarut Tanah Garapan Jababeka

0
187

…. Apakah pihak Jababeka mengetahui soal perubahan atas tanah. Apa ada kongkgkong antara oknum kepercayaan Jababeka dengan Aparat Desa Jatibaru Cikarang timur

Nurhasan SH MH.

PATRIOT INDONESIA (MPI) JATI BARU – Tanah Jababeka seluas 160 HA yang diduga sebetulnya pernah dikerjasamakan dengan Kepala Desa Jati baru Cikarang timur Sebanyak 100 HA. Namun  selama 2 musim tidak pernah ada pembayaran ke pihak Jababeka. Akibat dari itu tanggal 13 pebruari 2020 surat kerjasamanya di cabut atau batalkan

Disisi lain Pihak Desa sudah mengambil Sewa tanah kepada para Penggarap. Konon ada yang hingga sepuluh musim : Yang di tanda tangani oleh kepala dusun

Lucu memang sanggahan para Aparat Desa, bahwa sesuai dengan PERDES yang di tanda tangani tanggal 15 Pebruari 2020, Sebagai dokumen resmi atas sewa menyewa yang di lakukan atas Peraturan Desa yang hanya di tanda tangani Kepala Desa dan sekdesnya.

Padahal PERDES merupakan Peraturan yang Pengesahanya di rapatkan bersama BPD tokoh masyarakat serta tokoh pemuda, Dan harus jelas juga kemana dana sewa menyewa tanah garapan milik Jababeka. Harus jelas peruntukannya bukan untuk masuk ke kantong sendiri.

Mungkin Perdes Sabtu 15 Pebruari 2020 merupakan produk peraturan yang terburu buru di buat agar bisa menjadi Jakta resmi sewa menyewa tanah garapan Jababeka

Gonjang ganjing sewa menyewa tanah Jababeka bagai api di dalam sekam yang kapan waktu pasti jadi bom waktu.

Belum lagi peruntukan yang tidak sesuai dengan kebijakan pihak Jababeka yang sawah berubah jadi kolam kolam ikan, ini yang tentu saja di keruk tanahnya memakai alat berat/Beko. Apakah pihak Jababeka mengetahui soal perubahan atas tanah. Apa ada kongkgkong antara oknum kepercayaan Jababeka dengan Aparat Desa Jatibaru Cikarang timur

Anehnya lagi ada masyarakat yang telah membuat perjanjian kontrak tanah dengan Jababeka malah tidak bisa menggarap sawah tersebut, karena merasa di rugikan. Konon pihak yang di rugikan melaporkan pihak Jababeka keranah hukum, dan sekarang dalam proses penyelidikan dan penyidikan pihak berwenang. Menurut masyarakat ini aneh bin ajaib tanah tersebut tanah Jababeka kah atau tanah Kas Desa sambil tertawa memegang kepala tanda kebingungan.

Menurut tokoh masyarakat Jajibaru. Setahu saya Nurhasan Bahwa selama ini belum pernah orang orang kepercayaan Jababeka memanfaatkan kepercayaan dari pihak perusahaan

Lebih lanjut, Jika kemudian pihak Jababeka mengambil alih garapan Bagai mana nasib para penggarap yang sudah setor uang kepada oknum Pemerintahan Desa, Demikian Nurhasan SH MH sedikir geram.

Laporan: Iqbal Jurnalis MPI

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here