BUTUH PERHATIAN PEMDA, MASYARAKAT BAROS TANAM POHON PISANG DI JALAN

0
50
Brebes-Pionline
Aksi protes masyarakat Gunung Karang,pedukuhan dari Desa Baros secara serentak menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk ingin diperhatikan oleh Pemerintah Daerah.
Beberapa bulan terakhir memang hujan kerap terjadi sehingga jalan alternatif penghubung ke Desa Banjar Harjo berubah menjadi BUBUR LUMPUR sepanjang 3x 400 meter.
” Itu berupa upaya agar di perhatikan oleh pemerintah ” Ujar Nana yang menjadi Kepala Dusun di wilayah tersebut.
Aksi tersebut ternyata sudah menyebar fi laman medsos seperti Facebook, sehingga sudah menjadi konsumsi publik yang artinya bukan hanya pedukuhan saja tapi warga Desa Baros Kecamatan Ketanggungan – Brebes.
Kepala Desa WIHNO yang di minta tanggapan,menuturkan telah melakukan lobi-lobi ke pihak Kecamatan bahkan pada dewan yang sering di sebut terhormat,namun sampai saat ini belum ada realnya.
” Sudah di lakukan lobi,dengan harapan segera mendapat tanggapan positif” tukasnya ketemu di Balai Desa saat Patriot sambangi.
Pada persoalan ini tidak ada yang patut di salahkan,karena warga merasa kesal sejauh ini tidak ada respon yang dapat memberi harapan dan kejelasan soal jalan.
” Jujur saja ini cara protes kami ” jelas warga yang tidak mau di sebut namanya.
Kegeraman masyarakat, sepertinya sudah memuncak seolah- olah pemerintah telah mengabaikannya.
Lebih jauh mereka katakan, bahwa dari pihak Pemda dalam hal ini ( DPU,red) belum turun untuk cek lokasi.
” Seharusnya mereka memiliki empati dan peduli ” ujar warga lainnya.
” Enak ya..saat mencalonkan diri merengek minta suara, eh..giliran rakyat meminta mereka seakan tutup mata” lanjutnya yang di amini warga lainnya.
Menurut perkiraan,normalisasi jalan bisa mencapai kisaran di angka 800 jutaan, sebenernya nilai yang kecil mengingat jalan tersebut merupakan penghubung dengan Banjarharjo dan untuk peningkatan perekonomian.
Jalan merupakan sebuah ukuran pada tingkat kesejahteraan, di dalamnya ada refleksi psikologis,Ekonomis dan sosial.
Untuk itu dalam hal ini khususnya Pemerintah daerah harus cepat tanggap dengan segera menurunkan team untuk mengevaluasi kebutuhan dana yang semestinya di gelontorkan..
Perbaikan jalan ini,terlalu panjang derita warganya jika hanya berkutat pada ketok palu dewan harus ada alternatif solutif.
Budaya malu itu harus ada bagi setiap pejabat yang terlebih pada konstituen saat kampanye.
Jangan buarkan, marah rakyat muntah karena para pejabat tak memperhatikannya,jalan bukan jadi taman tapi urgebsualnya adalah daya di gkrak pertumbuhan ekonomi.
Laporan : Mohammad Riyadi MPIBrebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here