WILAYAH KETANGGUNGAN DI KEPUNG BANJIR

0
27
Brebes-Pionline 17/2-2021
Hujan sejak sore tak ada jeda hingga jelang subuh dini hari.
Dari itu debit air sungai babakanpun meluap sehingga tidak mampu menampungnya, terlebih lagi lebar sungai semakin sempit karena ada pergeseran tanah yang menjorok ke tengah,
Pada kesempatan yang lain beberapa bulan yang lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur pernah turun ke tengah hulu sungai tersebut (Desa Cikeusal ).
Pada saat itu, masyarakat banyak mengalami kerugian materi termasuk hewan ternak.
Beliau menjanjikan akan segera melakukan pengerukan agar dan Daerah Aliran Sungai yang masuk Cimanuk – Sanggarung  yg berkantor di Cirebon.
Hingga adanya banjir kembali lagi tindakan tersebut belum ada tanda- tanda pelaksanaannya.
Salah satu warga,Turinah(31) menerangkan,genangan air masih cukup dalam.
” Saya mau ke Cimohong mengantar putranya yang kerja di pabrik jaket,tapi akhirnya di minta putar balik mengambil jalur Desa Slatri ” ujarnya.
Desa yang terdampak, meliputi Desa Karangmalang,Ketanggunga dan Padakaton.Ketingian air lebih 50 cm..bahkan di warga yang sangat terdapat karena wilayah rendah mencapai hampir sepinggul..yaitu arah hotel Anggraeni.
Pihak Forkompincam,Camat,Kapolsek dan Danramil mengerahkan seluruh petugas untuk mengatasinya sehingga tidak menimbulkan kepanikan pada masyarakat.
Pengaturan jalur kendaraan di lakukan rekayasa termasuk arah putar yang berencana ke Utara harus melalui arah Jatibarang atau slatri sedangkan dari Utara di belokan ke Desa Bulusari. atau dari Tanjung keselatan tidak melalui Pejagan seperti biasanya.
Cuaca Extrim ,seperti di lansir BMKG Ahmad Yani
Semarang kondisi ini akan madih terus berlanjut sampai akhir bulan depan.
Dari pantauan di lapangan banjir kali ini hampir merata di wilayah Brebes utara.
Idza Priyanti (17/2) turun langsung ke beberapa area banjir termasuk Desa Ketanggungan yg cukup menyita perhatian di sebabkan ketinggian banjir di atas setengah meter.
Masyarakat meminta daerah aliran sungai yang menyempit segera di lakukan pendalaman dan pengerukan lagi, sejauh ini belum ada bantuan dari Pemda untuk warga yang terdampak.
” Warga harus waspada, mengingat gejala global banjir menjadi fenomena tahun 2021 merata, bahkan ke area yang tak bisa banjir, pada tahun ini bisa terkena ” pesannya..beliau minta adanya kebersamaan untuk memperhatikan drainase, sehingga air tidak macet yang akhirnya naik.
Danramil Koramil 015/Ktg melaui Solehudin selaku Babinsa menyampaikan bahwa,kunci dari penanganan ini seluruh elemen jangan bersikap acuh..rasa memiliki harus tumbuh.
“Kita bersama dan bahu membahu untuk mengatasinya dengan disiplin memperhatikan Drainase karena banjir itu tidak bisa di prediksi saat- saat ini,kapan saja bisa terjadi ” ungkapnya,dengan alasan hujan yang ekstrim dari hulu hingga hilir dengan durasi waktu yang cukup panjang.
Disamping masalah banjir, Pemerintah Kabupaten  juga di pusingkan dengan adanya tanah bergerak,terutama di wilayah Brebes selatan..yang di pantau Badan Penanghulangan Bencana Daerah, mengidentifikasi masalah salah satunya kurangnya perawatan hutan dan pembangunan pabrik yang membuka lahan hutan sehingga penyerapan air menjadi minim.
Hutan yang sebenarnya menjadi penahan dan penyerapan air hujan tak mampu menampung karena hutan menjadi lahan perkebunan.
Pemerintah segera harus mengkontruksi ulang  penggunaan lahan hutan dan  bekerjasama dengan Perhutani untuk mengedalikan adanya longsor dan banjir.
Ada juga perlu di waspadai lagi yaitu tebaran angin puting beliung..yang beberapa bulan terjadi banyak memporak porandakan pemukiman.
Kejadian ini harus menjadi renungan dan perhatian kita semua karena ” Alam mulai enggan bersahabat dengan kita ” demikian cuplikan syair Ebit.GAD..dalam guratan lagunya.
Tidak ada yang salah dengan bencana, namun lebih baik sedia payung sebelum hujan.
Laporan :Mohammad Riyadi MPI Biro Brebes.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here