STAFF KECAMATAN, DI DUGA MELAKUKAN PEMALSUAN DOKUMEN

0
44
Brebes-Pionline
Pemalsuan dokumen merupakan perbuatan tindak pidana yang di ancam penjara 4 – 6 tahun sebagaimana di rumuskan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pasal 263 Jo 268.
Sorotan media pada
 staff Kantor Kecamatan Larangan  aktif berinisial “SR”.
Berdasar data yang di terima dan hasil investigasi Pemerintah Desa Slatri,Danu Kepala Desanya seolah menutupi tapi setelah di desak mengakui memberikan Surat Tugas untuk ……..
” Saya yg mengeluarkan surat tugas untuknya ” ujarnya.
Tidak ada yang salah bagi Kepala Desa mengeluarkan surat tugas pada seseorang dalam membantu pelaksanaan di desa.Namun pokok masalah yang timbul adalah adanya penambahan pencairan penghasilan tetap ( Siltap-red )karena perangkat desa  yang mendapatkan siltap tersebut telah dan lulus dalam seleksi penjaringan.
” Dia belum ikut seleksi penjaringan perangkat desa ” tukas Kades menegaskan yang ditujukan pada Kadus VI tersebut.
Penulusuran lebih lanjut yakni pada aktor pemalsuan dokumen, maka terarah pada salah sebut saja ” T ” salah satu pegawai di Permades Kabupaten Brebes seperti di langsir Tipikorinvestigasi,news
Modus operandinya,yaitu
“SR” menyuruh lakukan ” T” untuk membuat dua dokumen yang satu dokumen berjumlah 9 orang sesuai keadaan di data Perangkat Desa Slatri yang berhak mendapatkan Siltap dan dokumen kedua berjumlah 10 orang,
” Saya kaget” ujar “T “.
dan ini yang di ajukan ke Bupati cq.Kabag Pemdes Setda Brebes lewat Camat Larangan bernomor 045.2 di bulan Agustus 2020.  Usulan tersebut berawal dari permohonan pencairan Siltap melalui surat 045.2/Desa selatri di ajukan di teken oleh Muhartoyo,Kasi Pemdes Kecamatan Larangan senilai Rp.20.146.500
dengan nomor surat 412.2/.
Tragisnya “SR” merupakan orang kepercayaan ,Sudiyanto Camat Larangan,dan perbuatan ini telah berjalan hampir setahun.
Dengan demikian telah nyata ada perbuatan melawan hukum sebagaimana  di rumuskan Pada 263 dan 268 KUHP dengan ancaman 4-5 tahun penjara dan bisa di lakukan pemecatan terhadap pelaku dalam hal ini “SR “
Muharsoyo,yang di konfirmasi awak media menyatakan tidak tahu soal pemalsuan tersebut.
” Saya baru mengetahui dari media ” kilahnya saat di hubungi via telphone, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi,red) di Kecamatan Larangan.
Dari peristiwa ini pemerintah telah kecolongan karena yang seharusnya dana untuk 9 orang menjadi 10 orang yang artinya tambahan satu nama tersebut sebesar 2,5 juta/bulan di kalikan 12 bulan jadi totalnya Rp.30.000.000,– suatu nilai yang cukup besar.
Pelaku pemalsuan dokumen,SR sampai saat  berita ini di turunkan belum bisa di hubungi.
Untuk menghindari terjadinya pengulangan atas “SR” di harapkan Camat, Sudiyanto sebagai atasan harus bertindak tegas memberi sanksi disiplin.
” Kami berterima kasih atas info dan masukannya ” saat di konfirmasi kasus tersebut oleh media.
Melihat gelagat semacam itu, bisa di lihat ada buruknya management di Kantor Kecamatan Larangan, sehingga akan menjadi citra buruk institusi.
Bersih- bersih personal di dalam yang memiliki drop standart sebagai pelayan masyarakat, merupakan tindakan yang patut di apresiasi.
Berani ambil peran,
Itu Luar biasa———
Laporan : Mohammad Riyadi MPI Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here