KALI PEMALI MENELAN KORBAN

0
24
Brebes-Pionline
12/3-2021.Cuaca di hulu gunung kumbang memang tak bisa di prediksi, beberapa hari ini hujan terus mengguyur yang kadang di barengi halilintar dan angin.
Masyarakat sering di hinggapi rasa was-was, bencana alam  kapan saja bisa terjadi termasuk tanah bergerak dan pohon tumbang.
Namun pagi itu,Minggu,7/3 seperti nampak cerah,sehingga Carsono dan temen komunitas Jalan ikan Bantarkawung merapat untuk sekedar melepas penat ke tepian sungai pemali.,hulu sungai dari lintasan sungai terbesar yang melintas persis 200 meter dari pendopo ibu kota  Kabupaten Brebes.
Jelang Maghrib,nampak ada gerimis, sehingga cepat beranjak untuk pulang dari tepian sungai.
” Pulang yuk, rek hujan ( akan hujan,red) teriak salah seorang yang di ikuti lainnya.
Lain lagi dengan satu warga RT.01/Rw.01 Dukuh Karang sari Desa Bantarkawung Kecamatan Bantar Kawung ini,masih asik,dengan alat pencari ikannya (jala,red).
Carsono tidak menggubris ajakan temennya itu,sedangkan yang lain sudah angkat kaki dari lokasi.
Sampailah akhirnya, jelang waktu malam dia tidak nampak batang hidungnya
” Waktu kami pulang,dia di tinggal ” tukas temen sesama pencari ikan.
Dari itu,anggota komunitas Jala ikan melaporkan ke pemerintah desa. Dan langsung di tindak lanjuti menginformasikan ke Badan  Penanghulangan Bencana Daerah ( BPBD,red) dan SAR, hari itu juga langsung turun, karena ada dugaan tenggelam di dasar sungai.
Danramil,Kapt,Inf Nurhadi bersama anggota  juga Polsek Bantarkawung ikut di dalamnya guna menyisir dan menggali kebenaran informasi tersebut.
Perahu karet (LCR) pun di siapkan untuk melakukan penyisiran yang di mungkinkan terseret arus sungai pemali yang debitnya sedang naik,
” Belum bisa di pastikan keberadaannya ” ujar Budi Sujatmiko koordinator PB.BPBD, lebih lanjut di menerangkan bahwa Carsono bersama komunitas, sering menyelam di sungai tersebut dan sebenarnya tidak asing alir sungai tersebut.
“Baru dugaan saja,dia tenggelam ” terangnya.
Bukan hanya komunitas Jala ikan saja yang turut menerjunkan team relawannya, di ketahui ada Pramauka,
RAPI, ACT dan WIPALA dan Masyarakat, bahkan Basarnas Cilacap juga ada dalam kelompok pencarian hingga sampai Bendungan Notog- Songgom namun hingga berita ini di turunkan belum di temukan.
Lima hari, masih buram,tanda- tanda keberadaan Carsono,apakah memang tenggelam atau pergi kemana.
Kontributor Patriot,Aminudin hingga kini masih terus menelusuri
Misteri ini,memang harus segera terungkap, karena tak satu saksipun yang mengetahui atau menyaksikan Carsono tenggelam atau terseret arus Pemali yang meluap.
Tapi patut di apresiasi atas kesigapan pemerintah desa Bantarkawung dan seluruh team pencarian,dengan tidak mengenal lelah hingga kini terus berupaya menemukannya.
Laporan MPI Brebes :Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here