KETUA GRPPH-RI : RIBUAN HEKTAR LAHAN PJT JASATIRTA DIDUGA DI SEWAKAN OLEH PEJABAT PJT

0
15
Bekasi-Pionline
Terkait Usaha yang berada di sepanjang pinggiran Kali CBL wilayah Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan yang memanfaatkan Tanah Negara Milik Pengairan Jasatirta, dapat diduga menjadi pemasukan atau pendapatan Kepala Desa dan RT serta RW di Desa Sumber Jaya dan Camat Tambun Selatan.
Dalam pantauan Wartawan, banyak bangunan liar yang berdiri di pinggiran Bantaran Kali CBL ini adalah suatu pembiaran dari Pejabat Pengamat Pengairan Jasatirta dan Kepala Desa serta Camat yang diduga hanya untuk mendapatkan Upeti dari Pengusaha ilegal yang berdiri di Bantaran Kali CBL yang memanfaatkan Tanah Negara atau Lahan milik PJT Jasatirta, karena bangunan tersebut berdiri tidak memiliki izin dan tidak melapor kepada Kepala Desa maupun Pengamat PJT Jasatirta.
Julham Harahap sebagai Ketua DPD GRPPH-RI Kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa Ribuan Hektar Tanah PJT Jasatirta diduga telah disewakan oleh oknum Pengamat Pengairan Jasatirta yang tidak jelas, karena semua ini adalah suatu pembiaran baik Pejabat Pengamat Pengairan maupun Pejabat PJT Jasatirta dan juga Pemerintah Daerah semuanya berdiam diri dan melakukan Pembiaran,” kata Julham.
Julham menegaskan, bahwa Pejabat PJT Jasatirta dapat diduga telah melakukan Penjualan Tanah Negara karena membiarkan para Pengusaha yang mendirikan Bangunan di Sepanjang Kali CBL, maka hal ini dapat di indikasikan sebagai pemasukan oleh Pejabat Pengamat Pengairan Jasatirta untuk mendapatkan Upeti Bulanan bersama Kepala Desa.” tegas Julham.
Saat Kepala Desa Sumber Jaya Matam di beritahukan melalui WhatsApp adanya Usaha ilegal yang berdiri di pinggiran Bantaran Kali CBL Desa Sumber Jaya, karena banyak yang memanfaatkan Tanah Negara /Tanah Milik Jasatirta, Maka Lurah Matam mengatakan akan melakukan pemanggilan dan melakukan penertiban Bangunan yang ada di wilayah Bantaran Kali CBL diwilayah Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan,” kata Matam.
Menurut Andry sebagai Kepala Gudang mengatakan, bahwa bangunan Usaha tersebut adalah buat Gudang sebagai pengolahan minyak jelantah yang di masak, setelah mencair jadi minyak di bawa ke wilayah Cakung,” kata Andry.
Andry selaku Kepala Gudang menjelaskan, bahwa pemiliknya adalah Siagian dan pihak Kepolisian dari Polres sudah mendatangi lokasi kami, bahkan Karyawan kami dua orang dibawa ke Polres serta Sempel olahan Minyak tersebut di bawa untuk di periksa lebih lanjut,” jelas Andry pada Wartawan.
Siagian sebagai pemilik Usaha ilegal mengatakan, bahwa tempat usahanya adalah sebagai olahan bahan Minyak Jelantah yang di cairkan dan mengenai Rekom izin usaha baru lapor ke Ketua RT Amir yang ada di wilayah CBL,” kata Siagian.
Bahwa dengan adanya Pengusaha Minyak ilegal tersebut berdiri di wilayah Bantaran Kali CBL tepatnya Desa Sumber Jaya, Maka dapat Diduga semua ini adalah suatu pembiaran Kepala Desa Sumber Jaya Matam untuk mendapatkan Upeti dari Bangunan Usaha ilegal yang berdiri di wilayah Bataran Kali CBL tempatnya di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan agar menjadi Pemasukan atau Upeti Kepala Desa dan RT serta Kadus/RW setempat dan juga Pejabat Pengamat PJT Jasatirta yang hanya duduk dan diam berpangku tangan yang diduga kuat ikut terlibat dalam penerimaan Upeti dari Bangunan liar yang di jadikan tempat Usaha ilegal di sepanjang Bantaran Kali CBL tersebut, maka di minta pihak Kepolisian Sektor Tambun dan Kepala Desa Sumber Jaya dapat segera melakukan pemanggilan dan memeriksa Usaha Minyak ilegal dan Mutu serta Kualitas tenpat Pengolahan Minyak yang berada di Wilayah Desa Sumber Jaya, Kecamatan Tambun Selatan tersebut.
Laporan MPI Bekasi : Catur Sujatmiko/Iqbal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here