KADES DI GRUDUG WARGA, DISINYALIR MELAKUKAN PERBUATAN ASUSILA

0
15
Brebes-Pionline
Hari itu entah siapa yang menggerakkan, pukul 09.00 Wib, sekitar 100 orang warga Desa Cihaur Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes berkumpul di Balai Desa sambil berteriak meminta, Washar, SE di minta mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa.
Telisiknya ternyata ada dugaan melakukan perbuatan Asusila, sehingga warga merasa malu, namun sumber tersebut belum di pastikan asalnya.
Untuk mengantisipasi dari amuk massa, Iptu Teguh Iswanto Kapolsek dan Khaerul Huda serta  Warto Camat Banjarharjo mendatangi lokasi, Balai desa yang sudah penuh di kepung warga.
Di kesempatan itu, Kapolsek meminta agar warga tetap tenang jangan tersulut provokasi yang bisa merugikannya
” Kami minta saudara – saudara tenang, jangan terprovokasi, serahkan persoalan ini, saya tangani ” pintanya di hadapan warga,yang terus sedikit reda dan hanya berteriak di luar kantor.
Camat Banjarharjo, Warto meminta penyampaian protes di lakukan dengan mekanisme yang ada dengan melalui perwakilan.
” Kita letakan pada koridor hukum dengan mediasi perwakilan pendemo agar menemui titik temu yang baik ” ujarnya yang di siar  pula oleh Chanel Youtub Bregastv.
” Pemerintah desa kan ada perangkatnya seperti Badan Permusyawaratan Desa ( bpd-red). kita lakukan mediasi dulu, baru mengambil langkah hukum sesuai perundang – undangan ” lanjutnya sambil menekankan bahwa pihak kecamatan siap menampung aspirasi warga Cihaur.
Saat di konfirmasi, Washar, tidak mengakui atas tuduhan warganya, menurutnya sejak baru menjabat 3 bulanpun pernah di demo.
” Ini kali ke dua, saya di demo warga ” sambungnya menjelaskan.
Saat di desak oleh media beliau tetap pada pendiriannya bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar.
” Tidak benar ” tukasnya singkat.
Setelah di lakukan pertemuan dengan wakil pendemo, Wartopun memberi penjelasan singkat, bahwa hasilnya belum ada, sehingga hal tersebut akan di sampaikan pada pemerintah daerah dan Inspektorat untuk menanganinya lebih lanjut.
” Tugas saya sebagai mediasi,jika menemui jalan buntu tentu kami naikan  masalah ini ke tingakat atas ” urainya singkat.
Seperti di sampaikan di atas warga datang sekitar pukul 09.00 Wib, begitu sampai di halaman terus berteriak meminta kades turun dan mengundurkan diri dari kursi jabatannya.
” Permasalahan ini akan di bawa ke tingkat daerah, dan mohon warga segera membubarkan diri ” pinta Danramil menenangkan serta mengatakan para pimpinan kecamatan ( Forkompinca -red ) menindak lanjutinya masalah ini.
Dan pukul10.30 wib, wargapun berhasil ditenangkan setelah di beri penjelasan lalu membubarkan diri.
Mediasi kasus ini di anggap gagal karena tidak menghasilkan kesepakatan, karena tetap miminta Kadesnya turun dari jabarannya.
Terlepas dari Anasir yang ada, sinyalemenya ada motif politik pasca Pilkades, meski tidak di jelaskan secara lugas, mengingat kali kedua ini, Washar di demo pada topik yang sama.
” Tidak tahu ” pungkasnya pendek ketika di pancing siapa di balik demo tersebut.
Kasus ini, tetap saja akan menjadi blunder berkepan jangan..juga jika tidak terbukti akan menjadi preseden buruk terhadap kinerja pemerintah desa,sehingga pelayanan masyarakat terganggu.
Untuk maju sebagai kepala desa harus siap dari segi
mental karena segala geraknya akan dilihat dari ujung kepala sampai telapak kaki..ini sebuah rediko.
Laporan MPI Brebes : Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here