PEMUDIK LEMAS MENIKMATI LEBARAN DI KAMPUNG

0
17
Brebes-Pionline
Rencana mudik bukan di rencanakan sebulan dua bulan,tapi sejak awal tahun niat itu sudah jadi agenda prioritas.
Mudik merupakan momentum dalam pergerakan ekonomi secara nyata, kita bisa lihat putaran uang bernilai ratusan milyar dalam tenor waktu singkat bisa tercapai, itu artinya bahwa sesuatu yang spektakuler. Usaha Mikro terasa geliatnya dan hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
Kota Brebes sebagai lintas jalur selatan dan timur memiliki potensi yang besar di tambah pedagang dadakan dan penyedia oleh – oleh telor asin dan bawang merah sebagai oleh untuk teman kerabat di kota mengalami sangat drastis rating penjualannya disamping itu juga tempat transit pelepas lelah  pemudik, dua kali lebaran ini sungguh memprihatinkan.
Dari pantauan Patriot ,para pedagang rute Pejagan – Ketanggungan banyak mengeluh.
” Turun mas, penjualan sangat jauh di banding tahun- tahun lalu sebelum ada pengetatan mudik ” ujar pedagang yang buka kios oleh – oleh long time 24 jam.
Mereka akhirnya pasrah terhadap suatu keadaan yang terjadi.
” Kami pasrah saja, kebijakan pemerintah begitu” tukasnya sambil menghela nafas dalam.
Pemerintah Daerah bersama team gabungan yang kemarin di bentuk kemarin apel siaga ketupat (5/5-red )hari ini Kamis, 6-17/5 sudah berlaku efektif di jalankan,penyekatan sudah di laksanakan antisipasi pemudik yang dapat pengawasan dari Satgas Covid19, penyekatan di tempatkan wilayah perbatasan Jabar – Jateng di Losari yang memonitor full 24 jam dengan sistem shiff.
Kodim 0713 Brebes melalui Kapt Infantri Muhtadi Danramil Kecamatan Losari menegaskan bahwa pemudik masyarakat tetap melalui prosedural PPKM Mikro.
“Kami maksimalkan posko desa sesuai Standar opersaional,agar bisa mendeteksi pemudik dan cek up ” Ujarnya di Posko Losari.
Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa prioritas kendaraan di berikan untuk pengangkut logistik dan hal – hal yang bersifat insidentil seperti kunjungan dinas, pasien ke rumah sakit atau keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan berhubungan persalinan.
” Kami beri kelonggaran pada hal insidentil, tapi tetap harus mengantongi Surat Izin keluar masuk ( SIKM- red).
Beberapa titik penyekatan,sebagaimana pernah di tulis patriot sebelumnya yakni, di terminal truk Desa Kecipir, Brexit, Pos Exit Pejagan tol, Rest area Km 260, Ruas Tol Kanci -/Pejagan Km.252A, Rest area Cimohong, dan juga di bangun Pos Keamanan (Pospam- red) Alun – alun Brebes, dan Lingga Pura Tonjong dan jalan penyekatan jalan tikus Desa Bojong arah Ciledug juga di tutup, karena jalur ini sering digunakan  sebagai jalur alternatif penghindaran
,terutama untuk kendaraan travel dari jakarta.
Team gabungan dari berbagai unsur telah menetapkan enam titik pantauan dalam mudik lebaran 1442 H tahun 2021 dengan tujuan mengerem laju penyebaran virus Covid 19 yang bisa kemungkinan di tranformasi dari kota ke daerah, sebagaimana pesan Kapolri Jendral  Listiyo sigit Prabowo sebagaimana pesan yang di sampaikan Wakil Bupati,Narjo,S.H,.M.H.
saat apel siaga candi ketupat kemarin.
Gatot Yulianto, Kapolres Brebes dan Haikal Mohamad Sofyan, Dandim 0713 Brebes turut memantau langsung penerapan penyekatan ini dan di bantu instansi terkait yang tergabung dalam Satgas mudik dengan menerjukan 250 personil.
Sementara itu,pemerintah desa juga telah membentuk posko sebagaimana lebara tahun lalu,mendirikan posko PPKM Mikro termasuk penyediaan ruang isolasi mandiri.
” Kami siapkan ruangan khusus untuk antisipasi bagi pemudik yang terindikasi reaktif ” tukas Sofani Kepala desa Ketanggungan di Kantornya saat di minta konfirmasi, selain itu juga di laksanakan di tiap desa bahkan, Ahmad Tajudin jauh sebelumnya telah menyulap area balai pertemuannya sebagai pelayanan taktis siaga mudik,padahal desa tersebut tidaklah menjadi jalur utama pemudik.
” Kita ikuti protokol kesehatan sebagaimana diperintahkan ” papar Kades yang terpilih dalam Pilkades serentak Kabupaten Brebes 2020.
Lain di jalanan lain pula di area terbuka seperti pasar dan mall di Ketanggungan, jelang – 7 Idul Fitri,cukup padat pengunjung untuk berburu kebutuhan lebaran atau memborong pakaian. namun sayang kepatuhan prokes masih saja di abaikan, sepertinya masyarakat tidak lagi peduli dengan Covid19, hal ini sangat di sayangkan dan di khawatirkan adanya klaster baru terhadap penyebaran wabah tersebut.
Memang, belum ada penerapan sanksi terhadap mereka, masih bersifat teguran dan himbauan saja,tapi kalo tidak di lakukan tindakan tegas akan kepatuhan bisa menjadi bumerang dalam pencegahan.
Beberapa hari ini, intensitas mudik jalur selatan cukup ramai,tapi sejak pemberlakuan pengetatan arus kendaraan mudik, sudah mulai menurun geraknya terlebih pada moda transportasi seperti mobil, dominasi kendaraan motor juga turun,apalagi pengetatan sudah meluas skala nasional di berlakukan.
Benarlah, posisi tawar sepertinya sudah tidak bisa lagi di jalankan,pemerintah pusat mengambil kebijakan yang destruktif dengan mengambil masukan dari berbagai sumber dan harus membuat pilihan yang sulit demi menekan penekanan Covid 19 yang disinyalir trend nya mulai naik lagi sekitar 2,3 % ( data Dishub- red) dengan adanya pergerakan mudik.
Mudah – mudahan dengan pengetatan ini, tidak timbul klaster baru, dan mari berdoa semoga Idul Fitri menjadi barrokah hilangnya wabah dari Wuhan tersebut,jujur saja rakyat saat ini sedang cemburu, karena pemerintah dalam keadaan yang di ketahui bersama telah membuka kran baru datangnya warga Tiongkok..masuk ke Indonesia….dengan alasan sebagai pekerja, seperti di sampaikan Arya Sinulingga dalam diskusi di sebuah televisi swasta nasional.
Waspadalah dengan yang bernama Cemburu..karena kadang menjadi buta.
Laporan MPI Brebes : Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here