TOLAK AJAKAN SUAMI LEHER ISTRI HAMPIR PUTUS

0
18
Brebes-pIONLINE
Pagi buta, Desa Kemurang wetan Kecamatan Tanjung oleh teriakan suara perempuan tak lain adalah Siti Aisyah yang minta tolong sekitar pukul 03.40 wib.Sehingga seketika membangunkan seisi rumah.
Carum 60, orang tua korban,mendengar teriakan segera bangun juga Agus Saputra, 45 tahun saudara dan Wahyu Pradana adik korban segera menuju arah suara tadi.
Tampak melihat, lehernya di pegang dan mengeluarkan darah akibat benda tajam.
Teriakan pun di dengar oleh warga sekitar yang segera bergegas menuju asal suara, Dasmika 27 tahun pelaku yang ternyata suaminya panik berniat melarikan diri tapi warga langsung membekuknya. Dandim 0713 Brebes melalui anggotanya Koramil Tanjung Brebes cepat meresponnya, Pelda Rulliyon yang juga warga kemurang wetan.
“Alhamdulillah, warga tidak terbawa emosi “ujar Rullyon, berada di lokasi, menurutnya kejadian ini sekitar pukul 03.40 wib sambungnya.
Bati Tuud Koramil Tanjung berpangkat Pelda tanpa pikir panjang bersama warga mengamankan pelaku di jelang sahur.
Menurut keterangan Agus Saputra, sepupu korban, menangkap Dasmika bersama warga.
” Dia berniat melarikan diri tapi keburu warga menangkapnya” ujarnya menerangkan.
Kronologis,
Siti Aisyah, korban, malam itu tidur begitu pulas, lepas kegiatan seharian, sehingga jam.02.00 wib, Dasmika suami pelaku yang juga suaminya masuk ke kamar tidur dan membangunkan korban untuk mengajak intim, tapi di tolaknya. Disinilah pelaku, entah setan apa yang sedang bersarang di otaknya  muncul niatan gila dengan sebilah pisau menyatakannya di leher istrinya, baru tersadar lehernya terasa perih dan berdarah, secara reflek menepis pisau dan bangkit dari tidurnya dan lari keluar dari kamar sambil berteriak..dan menggegerkan warga di malam itu.
Pelaku, oleh warga di serahkan ke Polsek untuk menghindari amuk massa, Sedangkan korban di rujuk ke RSI Mutiara Munda guna menjalani perawatan intensif.
Kepala Desa Kemurang Wetan,Dustam membenarkan adanya kejadian upaya pembunuhan  seorang suami terhadap istrinya.
” Iya benar ” Tukasnya saat awak pewarta mengklarifikasi kejadian tersebut,lebih lanjut beliau berterima kasih pada warga yang tidak terpancing emosi atas kejadian ini.
” Saya sampaikan terima kasih,emosi warga bisa terkendali dan  tidak main hakim sendiri ” ujar Kades muda yang baru terpilih 2019 kemarin.
Mengingat kejadian seperti itu, sudah waktunya pemerintah kembali memberikan penyuluhan hukum agar warga menjadi komunitas sadar hukum atau melek hukum,setidaknya ketika seseorang akan mempertimbangkan resiko yang akan di alami atas suatu perbuatannya.
Kerugian akan di terima oleh semuanya..baik pelaku ataupun korban, sentuhan pemahaman hukum dan moralitas sejak dini sehingga memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat.
Kejadian ini,untuk menjadi pengingat warga.
Berilah hak suami dengan baik dan tolak dengan manis dan senyum manja jika saat kondisi kurang fit.
Perkawinan di bangun untuk menyatukan satu frekuensi rumah tangga yang semula berbeda.
Laporan MPI Brebes : Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here