PESAN SITTA CHIRANA AGUS SETIO KETUA IIDI KABUPATEN REMBANG, ” BALITA HARUS JADI GENERASI EMAS

0
42
MPI-Rembang, 25 September 2021
Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia( IIDI ) Sitta Chirana Agus Setiyo yang hadir dalam pengukuhan progam kegiatan TMMD Reguler 112 TA 2021 di Desa Trembes Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang Jawa Tengah memberikan Penyuluhan dan Pembinaan terkait Stunting dan Ibu hamil di masa pandemi Covid 19 pada Sabtu 25/08/2021.
Dalam hal ini Rembang masih dalam situasi Pandemi Covid 19 di mana masyarakat di minta harus tetap waspada di karenakan Rembang masih dalam PPKm level 2, dan kita sedang berupaya masuk dalam level 1 untuk itu kita terus berusaha ibu hamil harus dalam keadaan sehat, maka dari itu kita anjurkan untuk makan makanan yang mengandung gizi, sayur buah dan makanan yang bergizi lainnya, oleh kita semua bahwa masyarakat atau stage holder tentunya.
Akan tetapi perhatian kita tetap kepada seluruh balita dan ibu hamil, dimana target dari pemerintah dalam hal ini Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia di tahun 2045 harus memiliki generasi emas, makanya dalam hal ini IIDI menggalakkan program Cegah Stunting, yaitu memberikan penyuluhan mulai dari balita anak remaja, ibu hamil sampai lansia, ujarnya.
Di singgung tentang ibu hamil di masa pandemi ini ketua IIDI Rembang mengatakan, ” Setiap personal tetap harus menjaga protokol kesehatan agar ibu hamil terhindar dari penularan Covid – 19.
Lanjutnya, ” Dalam hal ini ibu hamil di Kabupaten Rembang masih menjadi prioritas utama dalam mendapatkan perhatian dari Ikatan Istri Dokter Indonesia yang di wujudkan dalam pertemuan – pertemuan seminar kesehatan ibu hamil di masa pandemi, lalu masyarakat pun harus masih menjadi ujung tombak dari progam Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo yaitu Jogo Tonggo, Pesannya lagi “bahwa jika ada ibu hamil harus di perhatikan terutama untuk para suami agar tidak merokok di dekat istri, selalu menjaga kebersihan, serta menjaga asupan gizi yang seimbang.
Mengenai masalah apakah perlu ibu hamil mendapatkan vaksin, di jawab ketua IIDI bahwa itu harus di konsultasikan terlebih dahulu apakah memungkinkan kondisi si ibu hamil dengan kondisinya menerima vaksin atau tidak itu nanti Dokter kandungan yang memberikan rekomendasi, sebab setiap personal itu berbeda – beda, imbuhnya.
Laporan : Tanti MPI Rembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here