MERILIS WAJIB PAJAK PERUSAHAAN DI KABUPTEN BREBES

0
16
MPI-Brebes
Brebes, 25/9/2021
Badan Pendapatan Daerah (bapeda) Subandi yang menggawangi institusi ini merilis pajak yang harus di setorkan pada pemerintah daerah dari wajib pajak perusahaan sebesar Rp.80 Milyar rupiah, nilai tersebut sumber dari para pengusaha dan dari tol, batas waktu yang di tetapkan akhir September 2021.
” Kami beri batas waktu akhir September 2021, para pengusaha di Brebes harus segera menyetorkannya ” ujarnya saat di temui awak media di kantornya.
Pajak Bumi dan Bangunan merupakan dana vital daerah, untuk mendistribusikan pada program yang sudah di tetapkan.
lebih lanjut, Subandi menyampaikan hingga jelang akhir bulan ini belum menerimanya.
” Belum, kami menunggunya ” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak management jalan Tol, termasuk di dalamnya yang merupakan akumulasi Pendapatan Asli Daerah ( PAD ), sebesar 4 Milyar dari total 40 Milata penerimaan Pajak.
Pendataan wajib pajak bagi perusahaan sedang di lakukan pendataan intensif, mengingat ada perkembangan bisnis  yang masif.
” Tanah lahan sawah, kini sebagiannya telah berubah menjadi perumahan, ini juga harus jelas penanggung jawab pajaknya” ungkapnya serius.
” Kita tidak harus banyak memberikan toleransi dengan alasan untuk kebutuhan masyarakat” tambah Subandi memerinci.
Kabupaten Brebes saat ini telah di lingkar sebanyak 48 perusahaan mulai dari tepi pesisir hingga area tengah.
Bulan November 2021, di harapkan 2000 objek pajak bisa terdata dengan akurat, dalam pekerjaan ini, pihak Bapeda melibatkan tenaga pendamping desa.
Di tegaskan lagi, 41 perusahaan yang beroperasi ada 8,6 Milyar pajak belum tersetor dari target 40 Milyar.
Kewajiban membayar pajak, merupakan bukti adanya hubungan mitra yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pengusaha, mengingat di Kabupaten Brebes telah memberi kelonggaran pada pengusaha yang ingin mengembangkan sayap perusahaannya di Brebes.
Subandi, menyatakan akan melakukan penegasan terhadap perusahaan yang main – main dengan mengabaikan kewajibannya. Pajak memang menjadi andalah daerah untuk membiayai planning pembangunan, Bapeda sebagai institusi bendahara keuangan di Kabupaten Brebes tentu saja harus sigap terhadap semua regulasi keuangan, sehingga dana yang akan di salurkan tepat sasaran dan tepat waktu selesai pengelolaannya, dan menyiapkan planning berkelanjutan.
Brebes saat ini menjadi transformasi kejenuhan industrialisasi di pusat ( wilayah Jakarta). Para pengusaha menghitung peruntungan dengan membangun industri baru.
Faktor yang melingkupi giat transformasi ke daerah terutama Brebes adalah letak geografis di tengah dan upah murah karena  pencaker cukup banyak.
Dua hal itulah, Brebes menjadi salah satu tujuan expansi bisnis mereka hingga ke pelosok Brebes.
Namun juga perlu di waspadai, Brebes sebagai kota muslim, jangan sampai terjebak ueforia menjadikan daerah metropolis meminggirkan komponenisasi agama dan budaya.
Laporan : Mohammad Riyadi MPI Brebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here