Modus Operandi Mafia Proyek APBD Yang Dilakukan Dinas PEMDA Kabupaten Bekasi

0
143

MPI-Bekasi

Hari Jumat  1 Oktober 2021 para kontraktor sekabupaten Bekasi di undang oleh Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten Bekasi DPRD Kab Bekasi untuk klarifikasi kejadian pria berbaju hitam dan bertopi Koboi ternyata bukan mandor tapi seorang kontraktor yang sering mondar mandir PEMDA Kab Bekasi.

Melihat vidio hasil Konferensi pers di gedung Rakyat tersebut sudah jelas mekanisme proyek APBD Kabupaten Bekasi adalah proyek bancakan,yang di duga kuat transaksional. yang jelas melanggar aturan yang seharus nya di laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Ini sudah mencoreng Pemerintahan Daerah Bekasi yang jelas menjadi sarang oknum mafia  proyek dinas terkait.

Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa pengaturan proyek tersebut di duga Transaksional dan janji-janji manis alias iming-iming yang dilakukan Oknum pegawai pemda.

Haji Guntur Mengungkapkan tender lelang ULP saya sudah menang tender tapi diminta untuk mundur,setelah itu kabid menelepon dan mau kasih saya peket sebagai pengganti  atas menangnya saya,bahwa paket yang saya menangi adalah proyek jembatan tapi ternyata semua paket menurut staf dinas sudah di bagi bagikan ke dewan,sebagai pengusaha kontruksi yang taat pajak,sebagai putra daerah juga kenapa saya di suruh mundur ini kan aneh dengan alasan yang tidak jelas, karena paket yang ratusan milyar indikasi sudah diberikian kepada Depala  Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi, IWAN RIDWAN kata staff dinas Jaelani/Jio.

Mereka para oknum yang di gaji oleh pemerintah dari uang rakyat, yang seharus Proyek yang tujuannya untuk kesejahteraan Rakyat Bekasi malah jadi bahan bancakan dan di duga transaksional, ini jelas PJ Bupati Bekasi harus bertindak tegas tentang kelakuan pegawainya yang mencoreng serta merugikan masyarakat dan pemerintahan daerah itu sendiri. Ini adalah merupakan tamparan pedas untuk pemangku kebijakan di Pemerintaha Daerah kabupaten Bekasi yang jelas berdampak terhadap Pertumbuhan Regional di Kabupaten Bekasi, agar PJ Kabupaten Bekasi H Dani Ramdan cepat tanggap untuk memeriksa Dokumen pemenang lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus di evaluasi cara kerja nya  Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi      (DSDABMBK).

Menyimak Vidio yang viral pernyataan dari Tokoh Bekasi Baba Haji Damin Sada, Beliau mengatakan Dulu kalau Kontraktor ke PEMDA jika minta proyek ga bawa uang juga dapat proyek,sekarang kontraktor bawa uang pun hanya di jadikan ijonan oknum untuk mendapatkan proyek,puluhan sampai ratusan juta bahkan ada yang mencapai nilai milyaraan dengan iming-iming proyek yang lebih besar tentunya,malah sering mengalihkan supaya pemborong tidak berkutik karena menjual nama dewan yang belum tentu itu untuk anggota dewan, Mungkin di jual atau di peruntukan untuk kontraktor lain Pungkasnya.

Catatan : Nurhasan SH Pimpinan Redaksi Media Patriot Indonesi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here