Buntut Toilet 98 Milyar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Di Panggil KPK

0
247

MPI-Pionline

Surat panggilan untuk Wakil Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD kabupaten bekasi beredar luas,surat tertanggal 17 September 2021′ Meminta Klarifikasi Kepada Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi tertanggal hari selasa, 5 Oktober 2021 untuk dimintai keterangan

Menurut keterangan  Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Inspektur Jendral Polisi Karyoto, (Rakyat Merdeka tanggal 25 Agustus 2021) . Almarhum Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja  di duga kuat terlibat, Dugaan itu muncul karena Eka menyetujui anggaran proyek yang mencapai Rp 98 Milyar, anggaran ini dianggap terlalu besar. Dan belakangan ini diketahui proyek sebesar Rp 98 Milyar hanya di kerjakan satu kontraktor CV Cikal Kelapa Mandiri. Di Karenakan Bupatinya Meninggal  pengusutan tetap diteruskan, Sasarannya Kepala Dinas Cipta Karya dan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ),dengan dilanjutkannya kasus ini,diharapkan kerugian negara akibat proyek toilet bisa dikembalikan, dan KPK sudah buang uang cukup banyak untuk memeriksa puluhan saksi bahkan hampir ratusan itu perlu biaya pungkas jendral Bintang Dua Tersebut

Dilain waktu Dinas PUPR Kabupaten Bekasi  pernah di tanyai oleh wakil ketua DPRD Kabupaten bekasi Soleman saat memberikan keterangan Pers tanggal ( 15/12/2020 )

Pembahasan waktu itu di Badan Anggaran (Banggar) DPRD kabupaten Bekasi pihaknya sudah mempertanyakan anggaran itu kepada Dinas Cipta Karya dan Tata ruang ( PUPR ) ,Mereka meyakinkan DPRD bahwa akan bertanggung jawab jelas Soleman.

Anggaran toilet 200 jutaan perunit merupakan harga yang sangat wah, bagi masyarakat bekasi,dinas cipta karya punya hajat yang di amini oleh Bupati.

Sanitasi sekolah dalam mewujudkan kabupaten Bekasi sehat kurang lebih 35 meter persegi dengan dana Rp 198 juta,sedangkan HPS bangunan di kabupaten Bekasi 5,8 Juta Rupiah/M3, itu hitungan Kepala Bidang Bangunan Negara pada Dinas Cipta Karya.

padahal secara paktual nya bangunan untuk MCK 14 meter persegi dan tinggi 2 meter dengan rincian 3,50X3,60 M dan di tambah 2 unit pompa.

RAB yang janggal dengan harga matrial yang diduga di markup,sebagai contoh kloset jongkok setara TOTO di RAB tertulis Rp 838.900, Untuk Urinoir setara merk TOTO harganya Rp 3.338.300 yang jauh dari harga normal.

Jika dana 98 Milyar di peruntukan untuk RUTILAHU setara dapat membangun 4.900 unit rumah, dan bila di berikan untuk BLT kepada warga Bekasi maka kurang lebih 327.000 Kepala Keluarga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 300.000/KK.

Kemanakah Moral Para Prejabat yang Korup di Kabupaten Bekasi, Mengorbankan kepentingan rakyat Bekasi untuk memperkaya diri, Masih kurangkah gaji saudara yang di dapat dari kami masyarakat Bekasi yang taat membayar Pajak.

Asas Praduga tak bersalah akan di kedepankan oleh oleh penegak hukum , Kita lihat saja siapa menabur angin akan menuai badai.

 

Catatan : Nurhasan SH Pimpinan Media Patriot Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here