PJ BUPATI BEKASI MENGIRIM UTUSAN INVESTIGASI KASUS KEPALA DESA SUKADANAU 

0
1125
MPI-Bekasi
Kasus yang diduga Perbuatan Tidak Senonoh yang menyeret nama Kepala Desa Sukadanau, terus bergulir, atas perintah PJ Bekasi sebagai Pembina Desa, Kabid Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupatern Bekasi, telah mengklarifikasi dan meminta keterangan dari pak RW 008, sesuai surat tugas yang di perintahkan PJ Bupati Kabupaten Bekasi.
Menurut keterangan kuasa hukum pak RW bahwa hari ini, Kamis 21/10/2021. pak RW dan Bu Rw akan konsultasi ke Kantor Urusan Agama Kabupaten Bekasi tentang prahara rumah tangga mereka berdua, sebagaimana saran dari Kementrian Agama ketika menerima surat tembusan pelaporan dari pak RW, aturan perceraian / pisah rumah bagi mereka berdua perlu di pertanyakan kepada pengadilan Agama.
Mengingat dalam hal ini pak RW telah, memaafkan perbuatan Bu Rw dan mengakui kelalaian Pak Rw Sebagai Kepala Keluarga, kurangnya perlindungan dan penjagaan menjadi sebab terjadinya peristiwa ini.!!! pungkasnya
Kuasa hukum Pak RW menjelaskan Pasal 284 KUHP mendefinisikan zina sebagai perbuatan persetubuhan yang dilakukan laki-laki atau perempuan yang telah kawin dengan perempuan atau laki-laki yang bukan istri atau suaminya, di dalam pasal tersebut berbunyi : (1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan : (1.a) seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak ( over spel ) padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya. (1.b) seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.
Sesuai permintaan tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Sukadanau agar permasalahan ini di poses sesuai Hukum yang berlaku supaya jelas transparan dan bukan lagi menjadi isu di masyarakat.
Kita tunggu hasil dari Investigasi dengan klarifikasi dan keterangan kedua belah pihak, menjadi tolak ukur untuk PJ Bupati mengambil keputusan apa jelas hal ini terjadi ataukah ini hanya fitnah sehingga akan menjadi beban sosiologi dan mental Kepala Desa Sukadanau, tentunya masyarakat berharap agar transparansi sehingga bukan lagi menjadi isu tapi menjadikan ini sebuah proses yang di harapkan pak Rw menjadi perlindungan hukum aparat pemerintahan desa yang istrinya di duga berbuat perbuatan tidak senonoh dengan atasannya tersebut.
Tim Investigasi MPI Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here