BMKG WASPADA CUACA EKSTREM LA NINA DI INDONESIA

0
86

MPI-Nasional

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwi korita mengungkap fenomena badai La Nina akan memasuki Indonesia pada November 2021 hingga Februari 2022, masyarakat diimbau untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem.

BMKG dan sebagian besar Lembaga Meteorologi Dunia lainnya memperkirakan anomali iklim La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas sedang hingga bulan februari 2022, dimana puncak musim hujan juga di prediksi puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2022.

Saat ini bulan oktober 2021, di mana sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dengan persentase 19%. Meliputi wilayah, Aceh bagian tengah, Sumatra Utara, Riau dan sebagian wilayah pulau Sumatra, serta pulau Jawa, Jawa Barat bagian Selatan, Jawa Tengah bagian barat, sebagian kecil Jawa Timur, , sebagian Bali, Kalimantan Utara, sebagian besar Kalimantan Timur,

Kalimantan Selatan bagian selatan dan timur, Kalimantan tengah bagian timur, Pulau Taliabu dan Pulau Seram bagian selatan. Peningkatan curah hujan seiring dengan masuknya awal musim hujan, disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina, berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidro-meteorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

“Kita harus segera bersiap untuk menghadapi adanya atau datangnya La Nina seperti tahun lalu, yaitu La Nina menjelang akhir tahun ini yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga moderat atau sedang seperti tahun lalu setidaknya hingga Februari 2022,” Tegas Dwi korita.

La Nina merupakan sebuah fenomena cuaca ekstrem yang ditandai dengan curah hujan tinggi. La Nina terjadi karena temperatur permukaan laut selatan dan laut Pasifik di sekitar utara Australia, New Guinea, dan kepulauan Indonesia.

Sehubungan dengan dinamika iklim yang demikian, sebagai upaya kesiapsiagaan BMKG telah menghimbau para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, serta masyarakat agar selalu memantau informasi iklim BMKG yang rutin diperbarui tiap 10 hari (dasarian) di laman https://iklim.bmkg.go.id, serta perkembangan informasi cuaca dan Peringatan Dini cuaca ekstrem yang disampaikan 3 hari hingga 3 jam sebelum kejadian ekstrem, melalui berbagai kanal atau media seperti Web (www.bmkg.go.id), Mobile Apps (Info BMKG) dan Media Sosial (Instagram, twitter, Youtube @infobmkg).

Direkomendasikan pula bagi para pihak terkait baik di pusat ataupun daerah, untuk segera melakukan berbagai langkah mitigasi, terutama dengan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, misalnya dengan penyiapan kapasitas waduk, embung, danau, sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih, sekaligus untuk memanen air hujan, serta tidak membuang sampah sembarangan, mengintensifkan penghijauan lahan, selalu menjaga kelestarian lingkungan dengan menghindari penebangan pohon, pemotongan lereng, pembukaan lahan ataupun penambangan yang tidak terkendali. Selain itu perlu pula memastikan infrastruktur/ sarana prasarana pengendali dan peringatan dini banjir dan longsor beroperasi dengan baik.

Laporan Red : shndy.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here