HUMAS POLDASU : APABILA ADA SAKSI DUA MELIHAT BISA DIPROSES

0
21
MPI Gunungsitoli Kep.Nias
Humas Poldasu bila ada saksi sebanyak dua 2 (dua ) Orang siap menjadi saksi melihat saat pengancaman itu harus diproses.
Hal itu dikemukakan kepada wartawan yang bertugas di Lingkungan Poldasu Jumat 12 /11/2021. Ketika meminta tanggapan terkait kasus pengancaman di wilayah Hukum Polsek Idano Gawo Kecamatan Idano Gawo Kabupaten Nias.
Selanjutnya bila ada keluhan Korban terkair peristiwa tersebut maka harus ada surat pernyataan korban bahwa dia menderita dan terancam kehidupan mereka. Kapoldasu Irjend Panca simajuntak akan menanggapi secara baik.
Hezatulo  Gea merasa terancam Kehidupan bersama keluarga dan menderita sekarang karena Tas pakaian, berisi pakaian, sertifikat tanah, kartu keluarga, kartu penduduk, kartu PKH, sudah ludes.
Karena proses terhadap pengancaman para saksi sangat kecewa kepada penyidik sebab sejak bulan Agustus Hingga bulan Oktober 2021 alhasil nihil hanya capeknya yang ada.
Atas peristiwa tersebut Sebelumnya telah menyurati Kapolres Nias bulan September 2021 Memohon perlindungan Hukum,dan keberatan atas Pengaduan Elvinus Gea yang menuduh dirinya membacok dengan parang yang sama sekali  tidak ada dilakukan Hezatulo Gea.
Pihak terlapor melanggar pasal 335 KUHPidana dipidana selama 10 Tahun Penjara.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anak Bangsa Kep.Nias berharap kepada Kapolres Nias kiranya kasus ini dapat segera diproses, bila perlu diambil alih penangan dan untuk membuktikan kiranya diminta keterangan saksi dan dilakukan Konfrotir bila saksi membenarkan melihat adanya pengancaman maka ditangkap pelakunya jangan membiarkan korban terancam kehidupan.
Ada lagi hal aneh korban menyampaikan surat tertanggal 11/11/2021 meminta supaya saksi yang melihat sendiri dapat dipanggil termasuk yang melihat bahwa saat Elvinus Gea dibawa orang Tuanya pada Kepala Dusun 1 ( Satu) Tgl 11/08/2021 yang mengatakan bahunya sudah di bacok tentu kalau dibacok ada bahunya pasti ada darah dan luka tetapi tidak ada darah dan tidak ada luka.
Peristiwa ini terlihat sama yang terjadi di polsek Percut korban dijadikan tersangka begini juga yang dilakukan dipolsek idano Gawo Kabupaten Nias Hezatulo sebagai korban tetapi dijadikan tersangka pelaku dilindungi.

Laporan : Lazooro Zebua MPI Kep Nias

Area lampiran
MPI Gunungsitoli Kep.Nias
Humas Poldasu bila ada saksi sebanyak dua 2 (dua ) Orang siap menjadi saksi melihat saat pengancaman itu harus diproses.
Hal itu dikemukakan kepada wartawan yang bertugas di Lingkungan Poldasu Jumat 12 /11/2021. Ketika meminta tanggapan terkait kasus pengancaman di wilayah Hukum Polsek Idano Gawo Kecamatan Idano Gawo Kabupaten Nias.
Selanjutnya bila ada keluhan Korban terkair peristiwa tersebut maka harus ada surat pernyataan korban bahwa dia menderita dan terancam kehidupan mereka. Kapoldasu Irjend Panca simajuntak akan menanggapi secara baik.
Hezatulo  Gea merasa terancam Kehidupan bersama keluarga dan menderita sekarang karena Tas pakaian, berisi pakaian, sertifikat tanah, kartu keluarga, kartu penduduk, kartu PKH, sudah ludes.
Karena proses terhadap pengancaman para saksi sangat kecewa kepada penyidik sebab sejak bulan Agustus Hingga bulan Oktober 2021 alhasil nihil hanya capeknya yang ada.
Atas peristiwa tersebut Sebelumnya telah menyurati Kapolres Nias bulan September 2021 Memohon perlindungan Hukum,dan keberatan atas Pengaduan Elvinus Gea yang menuduh dirinya membacok dengan parang yang sama sekali  tidak ada dilakukan Hezatulo Gea.
Pihak terlapor melanggar pasal 335 KUHPidana dipidana selama 10 Tahun Penjara.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anak Bangsa Kep.Nias berharap kepada Kapolres Nias kiranya kasus ini dapat segera diproses, bila perlu diambil alih penangan dan untuk membuktikan kiranya diminta keterangan saksi dan dilakukan Konfrotir bila saksi membenarkan melihat adanya pengancaman maka ditangkap pelakunya jangan membiarkan korban terancam kehidupan.
Ada lagi hal aneh korban menyampaikan surat tertanggal 11/11/2021 meminta supaya saksi yang melihat sendiri dapat dipanggil termasuk yang melihat bahwa saat Elvinus Gea dibawa orang Tuanya pada Kepala Dusun 1 ( Satu) Tgl 11/08/2021 yang mengatakan bahunya sudah di bacok tentu kalau dibacok ada bahunya pasti ada darah dan luka tetapi tidak ada darah dan tidak ada luka.
Peristiwa ini terlihat sama yang terjadi di polsek Percut korban dijadikan tersangka begini juga yang dilakukan dipolsek idano Gawo Kabupaten Nias Hezatulo sebagai korban tetapi dijadikan tersangka pelaku dilindungi.

Laporan : Lazooro Zebua MPI Kep Nias

Area lampiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here