Studi Visit dan Bakti Sosial  Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum  Mengunjungi Kampung Baduy di Banten

0
19
MPI Banten.
Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum, merupakan suatu perkumpulan (komunitas) mahasiswa fakultas hukum yang telah didirikan oleh para mahasiswa fakultas hukum yang mana para mahasiswa ingin meningkatkan kemampuan dan kopentensi di bidang hukum, selain melalui perkuliahan di kelas juga ingin meningkatkan kemampuan di bidang hukum dengan mendalami kearifan lokal dan budaya Masyarakat di Indonesia, mengenal hukum adat, hukum pidana dan hukum perdata, Study Visit dan Bakti Sosial Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) di Kampung Baduy  merupakan kunjungan pertama kali diadakan oleh PMPH, dimana di kampung Baduy merupakan salah satu desa adat di Indonesia yang masih memegang teguh adat istiadat dalam menjalani aktivitas kehidupan masyarakatnya yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Minggu (5/12/2021).
Selain study visit, PMPH juga melaksanakan bakti sosial berupa pembagian sembako dengan jumlah sebanyak 25 paket kepada Masyarakat Baduy sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap Masyarakat, dimana dalam pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dr. Rahman Amin, S.H,M.H. selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan juga merupakan pembina Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH), mengatakan kegiatan mahasiswa yang dilaksanakan di kampung Baduy sebagai bagian dari pengembangan diri bagi mahasiswa dalam meningkatkan kopetensi di bidang hukum, kegiatan ini bukan tugas dari Akademik melainkan murni kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan kami selaku Dosen hanya membimbing dan mengarahkan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang hukum agar sesuai dengan rencana.
“Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak oleh 20 orang yang tergabung dalam perkumpulan mahasiswa peduli hukum, mereka telah mendekralasikan berdirinya perkumpulan (komunitas), kemudian membuat perencanaan melaksanakan kegiatan ini di Kampung Baduy, para mahasiswa ingin mengenal lebih dalam bagaimana hukum adat yang masih dipegang teguh oleh masyarakat kampung Baduy baik Baduy dalam maupun luar”, Paparnya.
Dr. Gatot Epriyanto, S.H.,M.H., sebagai Dosen  tetap di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dan juga merupakan pembina di Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) di Indonesia, menjelaskan tujuan kegiatan para mahasiswa ingin mengenal keberagaman dan kearifan suku Baduy yang kita miliki di Indonesia, Baduy dalam mempunyai tiga Desa yaitu Cibeo, Cikatawarna dan Cikeusik, kalau Baduy luar terdiri dari 40 kampung salah satunya yang saat ini kita sedang melaksanakan kegiatan untuk menggali hukum-hukum adat di lingkungan baik Baduy dalam maupun Baduy luar, jika memungkinkan nanti kita akan melanjutkan ke kampung Baduy dalam, ucapan terima kasih kepada semua Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) yang sudah hadir pada kesempatan hari ini di Baduy, ungkapnya.
Ali Wardana selaku Ketua Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH), mengatakan Organisasi ini di dekralasikan pada tanggal 28 Oktober 2021 dan ini merupakan wadah bagi mahasiswa fakultas hukum untuk mengembangkan bakat dan minat dan sudah membuat rencana kegiatan dan akhirnya kita mengadakan kunjungan di kampung Baduy dan Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan sudah kompak dengan lebih kurang 20 peserta dibimbing oleh dua Dosen untuk mengenal dan memahami bagaimana kultur dan hukum adat yang ada di baduy dalam maupun Baduy luar.
“Sedikit menjelaskan tentang Visi dan Misi Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) adalah akan menggali lebih dalam di bidang Hukum baik kelompok atau personil tentang Hukum, baik hukum Pidana maupun Perdata yang ada diranah kita, misi daripada PMPH yaitu meningkatkan kemampuan, kemahiran, dan kecerdasan mahasiswa yang lebih arif lagi terhadap menyikapi hukum-hukum yang ada di Indonesia”.
“Pengalaman pesan dan kesan tentunya sangat menarik dan unit sekali buat saya pribadi dan teman-teman yang begitu semangat dan antusias untuk bisa hadir ditempat ini, semoga dapat mengajak teman-teman mahasiswa yang belum sempat atau datang ke tempat ini sehingga akan lebih menarik lagi yang belum sempat ke sini ayo kita kesini melihat dan interaksi dengan suku Baduy, bagaimana kehidupan orang-orang yang belum kita temui sehingga kita akan lebih mengetahui lebih dalam lagi ini luar biasa sekali semangatnya para mahasiswa tidak mengenal usia, baik wanita maupun laki-laki ikut melaksanakan kegiatan untuk mengetahui peradaban, hukum adat di suku Baduy”. pungkasnya.
Moto dari Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) yaitu MAHIR, KREATIF dan MULYA, Mahir dalam menguasai dibidang ilmu hukum, Kreatif yakni bagaimana berinovasi bakat dan minat di bidang ilmu hukum, dan Mulia yakni mempunyai kepekaan sosial kepada masyarakat melalui kegiatan pengabdian atau bakti sosial kepada masyarakat di Indonesia.
Laporan : Darmi Nasution. MPI Banten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here