ASAL MULA SENI KUDA RENGGONG SUMEDANG

0
17

Patriot Indonesia-Bekasi

Seni Kuda Renggong Merupakan Kesenian Khas Kuda yang berasal  dari Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat- Indonesia lebih tepatnya dari Desa Cikurubuk Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang.

Menurut pa Ade Arayana salah satu pengurus Yayasan Seni Kuda Renggong Sumedang (YASKURES) menuturkan bahwa awal mulanya seorang Pengurus Kuda Pangeran Sumedang tepatnya pada pemerintahan Pangeran Aria Suriaatmadja yang bernama Eyang Midin mempunyai putra bernama Eyang Sipan yang mahir dalam melatih kuda diberi mandat untuk mengurus 2 ekor Kuda dalem.

kemudian Eyang Sipan melatih kuda dalem tersebut setiap pagi selalu memandikan kuda tersebut ke mata air cijaha yang tidak jauh dari instal kuda dan setelah itu kuda itu seperti jingkrak jingkrak hingga eyang sipan terus melatihnya hingga gerakanya menjadi dinamis (ngarenggong) menyesuaikan dengan wirahma, wiraga dan wirasa.

Kedua Kuda tersebut diberi nama Sicengek dan Sidengek menurut cerita yang beredar di masyarakat serta Arsip dari Yaskures Eyang Sipan mampu melatih kuda renggong pada tahun 1910 M.

Kemudian Eyang Sipan mewariskan kemahiran melatih kuda kepada putranya yang bernama Sukria hingga turun temurun.

Dari tahun ke tahun kuda renggong diminati warga sumedang hingga setiap syukuran hajatan warga selalu mempertunjukan seni kuda Renggong seperti dalam acara syukuran khitanan, pernikahan dan lain sebagainya hingga memasyarakat sampai diluar kota sumedang bahkan hingga luar provinsi jawa barat.

Menurut Ade Arayana berkat Eyang Sipan masyarakat seni kuda renggong bisa membantu perekonomian karena pertunjukan seni kuda renggong selalu melibatkan banyak orang.

Ade menyebut Kuda Renggong Sumedang hingga kini sudah mencapai lebih dari 400 ekor. Menurutnya setiap kali tampil pelaku seni kuda renggong disewa dengan tarif berbeda beda sesuai dengan jauh dekatnya jarak dan lokasi acara.

Ade berharap Kesenian Kuda Renggong bisa lebih maju lagi agar diminati oleh generasi milenial serta perhatian dari semua pemangku kepentingan.

Salah satu anak milenial pelaku seni Kuda Renggong, Dede Kurnawan menuturkan, bahwa ketertarikan anak anak muda mengembangkan kesenian kuda renggong ini untuk lebih dikenal lagi karena menurutnya kaum milenial lebih gampang menyerap informasi dari media sosial jadi lebih gampang untuk terekspose.

Dede mengajak kepada rekan generasi milenial lainya untuk melestarikan budaya Kuda Renggong yang sudah turun temurun ini agar jangan sampai tergeser oleh budaya asing.

 

Aep Sunarya MPI Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here