Lanjutan Sidang Limbah B3,PN Rembang Hadirkan Pemilik  PT BRTK Budi Setiawan

0
155
Patriot Indonesia-Rembang 29Desember 2021 , Sidang kasus perkara limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) berupa Spent Bleaching Earth (SBE) kembali hadirkan 5 saksi baru, salah satunya pemilik  PT BRTK Budi Setiawan.
Sidang digelar di ruang sidang PN Rembang bersama 5 saksi diantaranya Dimyati mantan kepala KUPP Kabupaten Rembang, Budi Setiawan Direktur PT BRTK, Supardi Dinas Perhubungan, Budi Prianggodo dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup ), Raditya karyawan PT Trans Global, dimana sidang digelar secara virtual dengan enam terdakwa, pada pukul 10.59 WIB pada Rabu (29/12/2021).
Dari ke 5 saksi di cerca pertanyaan oleh majelis hakim mengenai keterkaitannya dengan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun ( B3 ) Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU ) yang pertama Dimyati, dimana ia mantan kepala KUPP Kabupaten Rembang mengatakan,” Bahwa mendapat laporan akan adanya kapal tongkang yang sandar di pelabuhan Sluke Rembang, dari sinilah ia menerima surat permohonan dari PT PBM Tirta Kencana yang akan melakukan pembongkaran muatan dari kapal tongkang ke Dumptruck,” ujarnya.
Dimyati menerangkan,” bahwa kapal harus sandar dulu di dermaga baru mengajukan permohonan ijin pembongkaran, namun pada saat itu tidak di cek karena mengingat manives sudah lengkap, walaupun ia tidak tahu SBE itu jenis muatan apa,” imbuhnya.
Pada saat pembongkaran hari Jumat ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk memverifikasi, ini layak atau tidak untuk di bongkar, baru di buatkan ijinnya,dari DLH mengijinkan bongkar dan pengawasan dilaksanakan patroli,pengawalan ada dari kepolisian, TNI dan perwakilan dari PBM
Sementara saksi Supardi, merupakan pegawai negeri sipil di bidang administrasi perhubungan, dimana dia hanya memantau keadministrasian  dokumen kedatangan dan keberangkatan kapal, dikatakan saksi bahwa dokumen memang sebagai pengirim PT Multimas Nabati Asahan, dan sebagai  pembongkar PT PBM Tirta kencana, dengan tujuan tempat pembongkaran PT Semen Indonesia dan PT Varas,” jelasnya.
Saksi Supardi mengenal saudara Anam sebagai Direktur PT PBM Tirta Kencana, namun elbert kenal sebagai sama2 penghobi burung, Supardi ikut rapat, dan meminta petunjuk namun saksi tidak pernah mengecek di lokasi,” terangnya.
Saksi 2 Budi Setiawan saat di cerca oleh Majelis Hakim mengatakan,” Saudara Indra Lukito pada saat itu datang ke kantor BRTK , untuk  mencari  PBM ( Perusahaan Bongkar Muat ) lalu oleh Setiawan  di arahkan dan  di kenalkan ke Tirta kencana bersama dengan saudara Dani.
Budi Setiawan menjelaskan bahwa PT BRTK merupakan perusahaan terpisah dengan PT PBM Tirta kencana dengan Direktur saudara Anam,
Saksi juga mengetahui bahwa perusahaan Indra lukito bernama Banteng Muda Trans, Saksi tidak mengetahui jika ini, pembongkaran ini adalah B3, saksi hanya memperkenalkan PBM ke saudara Indra lukito, sedangkan PBM ini memang bergerak di bidang penyewaan alat berat dan armada,” dalam penjelasannya.
Namun pada saat majelis hakim mempertanyakan kebenaran dari penyampaian saudara saksi Dimyati terkait Normal estimasi masa pembongkaran untuk 7000ton bisa tiga hari, dengan menggunakan 3  alat berat dan sekitar 10 sampai 20 dumptruck, saudara saksi Budi Setiawan akhirnya menunjukkan bukti lembaran jumlah pengangkutan serta jumlah alat berat yang di pakai pada saat itu.
Dikatakan bahwa ada 3 alat berat jenis 2  excavator/bego serta satu unit Doser  dan sekitar sepuluh unit (10 ) armada dumptruck tronton,” ungkapnya.
Namun dalam press release barang bukti alat berat yang di tunjukkan oleh majelis hakim Minggu lalu, cuma ada satu unit excavator dan dua kendaraan jenis Dumptruck tronton yang disita untuk di jadikan barang bukti .
Sementara  barang bukti lainya 1 Excavator , 1 Doser dan armada lainnya hingga saat ini belum di sita untuk di jadikan barang bukti .
Ada apakah dengan PT Varas yang hingga saat ini selalu Mangkir dari  panggilan PN Rembang ???
Laporan : Tanti / Aziz MPI Rembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here