DPP GNPK Jatim Mendukung Penuh Langkah Menteri ATR/ BPN yang Menindak Tegas Oknum BPN yang terlibat dalam Kasus Mafia Tanah. DPP GNPK Jatim : Masyarakat Harus Berani Laporkan, Akan Kami KAWAL TUNTAS

0
26
SURABAYA,MPI,- Pemberitaan tentang Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil yang telah mengambil tindakan tegas bagi pegawainya yang menjadi oknum. Di BPN sendiri sudah ada tindakan tegas menyasar ke 125 pegawainya, mulai dari dipecat, dipenjarakan, hingga diturunkan pangkatnya, tergantung dari kesalahannya.
Tindakan dan langkah Menteri Sofyan Djalil tersebut di apresiasi oleh Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Dewan Pimpinan Provinsi Jawa Timur. Karena menurut data yang ada dan beberapa laporan yang masuk, Jawa Timur termasuk Wilayah yang rawan dengan permainan Mafia Tanah nya.
Ada tanah rakyat yang dicaplok oleh Mafia2 Tanah ini, ada Pengurusan SHM yang puluhan tahun tidak selesai (padahal sudah keluwr form A) ternyata diselidiki malah Terbit Sertifikat atas nama orang lain, ada pula pengurusan HGU yang dihambat, termasuk Aset-aset Negara yang dimainkan oleh Mafia Tanah, dan masih banyak lain.
Ketua DPP GNPK Jatim, Rizky Putra Yudhapradana SH mengajak Masyarakat luas, khususnya Masyarakat Jawa Timur untuk Berani Melaporkan praktek-praktek permainan Mafia Tanah di Jawa Timur.
“DPP GNPK Jatim akan dengan tangan terbuka membantu mangawal setiap laporan terkait Kasus Indikasi Permainan Mafia Tanah d Surabaya. Siapapun silahkan Laporkan ke  kami untuk kami kawal sampai tuntas. Dan jika ada keterlibatan Oknum BPN, kami akan berkordinasi dengan Kementrian ATR/BPN agar diambil tindakan tegas” kata Ketua DPP GNPK Jatim kepada media,Kamis(30/12)
Rizky Putra Yudhapradana SH menegaskan bahwa praktik Mafia Tanah harus dilawan dan diberangus sampai tuntas. Jangan takut selama itu benar. Silahkan hubungi kami jika ingin melaporkan praktek dugaan mafia tanah langsung ke Nomor Ketua DPP GNPK Jatim di nomor WA 087789089
Bambang H MPI Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here