Komite SMPN 1 Rembang, Di Duga Lakukan Pungli Terhadap Wali Murid

0
149
MPI-REMBANG, ( 13/01/2022 ) Aneh memang, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Rembang Jawa Tengah diduga dengan meng-atasnamakan Komite sekolah telah menarik sumbangan pada wali muridnya.
Tak main-main, sumbangan ini besaranya telah ditentukan sampai dengan kisaran besaran Rp.1.500.000 per anak didik. Hal ini dilakukan sekolah katanya berdasarkan rapat keputusan Komite sekolah.
Bukan hanya itu, sumbangan ini pun diduga dipaksakan alias diwajibkan.  Oleh karena wali murid menduga dipaksa menyumbang serta disuruh membuat pernyataan bertanda tangan,  dengan cover keterangan sumbangan sukarela.
Target sumbangan Komite sekolah SMP N 1 Rembang di tahun pelajaran 2021/2022 ini besaranya fantastis yakni mencapai 1 Milyar 114 juta rupiah.
Sumbangan itu diduga untuk pembangunan beberapa gedung yang menurut mereka tidak kebagian dana pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan menurut mereka sekolah sangat membutuhkan perbaikan Sarpras dan juga kebutuhan kegiatan.
Salah satu Wali murid SMP N 1 berinisial (TL) kaget dengan besaran sumbangan yang diminta. TL juga disuruh membuat pernyataan bahwa sumbangan yang akan diberikan oleh TL  adalah merupakan sumbangan sukarela.
“Sumbangan itu seharusnya kan seperti sumbangan masjid, bebas menyumbang berapapun dan ikhlas. Namun dengan seperti ini kan saya sebagai wali murid merasa dipaksa nyumbang. Yang mengkomando sumbangan adalah guru atau admin sekolah bukanlah komite sekolah, dan membayar sumbangan ini juga ke sekolah bukan ke komite sekolah”. Papar TL.
Sementara wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya, saat di konfirmasi awak media, dengan inisial SM mengatakan,” Sangat keberatan dengan adanya iuran sumbangan ini, apalagi dari keterangannya, ia menuturkan harus terbebani sebesar satu setengah juta rupiah, namun jika menginginkan keringanan ia harus menghadap kepala sekolah,” tuturnya.
Di saat pandemi seperti ini dengan penghasilan tidak menentu, ia sangat menyayangkan pihak sekolah dengan adanya iuran sumbangan yang tergolong sangat besar,” imbuhnya.
Bahkan saat di konfirmasi awak media untuk di minta klarifikasi kepala sekolah tidak di tempat atau di sekolah, Sehingga para awak media di temui oleh wakil kepala sekolah dan humas sekolah tersebut , saat di cerca dengan beberapa pernyataan terkait komite adalah bertugas sebagai  pendamping  sekolah ada juga Permen nya, ” papar wakil kepala sekolah .
Dengan ada permintaan sejumlah sumbangan dengan atas nama komite sekolah dengan alasan dana Bos dan dana dari pemerintah  tidak bisa mencakup semua kebutuhan sedangkan dana dari pemerintah tidak setiap waktu mendapatkan dana pemerintah , ” jelasnya .
Sumbangan komite sekolah yang menerima adalah bendahara komite  .
Mengapa di saat Pandemi dan masyarakat Indonesia mengalami himpitan ekonomi , masih ada permintaan sumbangan sekolah yang mengatas namakan komite sekolah  ? ….
Bahkan Endang Moertini selaku Wakil kepala sekolah saat di konfirmasi juga mengatakan,” bahkan saat penyampaian rapat komite , yang menyampai terkait dana sumbangan adalah ketua  komite H .Sunarto Spd , ada undangan juga untuk dinas pendidikan akan tetapi dari dinas tidak hadir , ” papar Endang M wakepsek yang di dampingi humas SPMN 1 Rembang .
Seluruh pungutan dan sumbangan telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2012. Dalam Pasal 9 Ayat 1 menyebutkan, satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah, dan / atau pemerintah daerah dilarang memungut biaya satuan pendidikan. Padahal dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 12 huruf (a) menyebut, Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.
Aziz( MPI REMBANG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here