ENGGAN TANGGAPI SOAL ARTERIA DAHLAN, KEJATI JABAR FOKUS TANGANI PERKARA HUKUM

0
27

MPI-Sumedang
Pernyataan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Arteria Dahlan yang menyebut Kajati yang berbahasa Sunda saat rapat agar dipecat, menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat di Jawa Barat.

Mereka menganggap pernyataan politisi PDIP itu terlalu rasisme dan menganggap bahasa Sunda sebagai bahasa yang tidak begitu penting, padahal bahasa daerah merupakan warisan budaya luhur.

Dalam bahasa Sunda sangat menjunjung tinggi sopan, santun, undak usuk basa. Karakteristik warga Sunda yang santun, lemah lembut menjadikan orang sunda ‘someah hade ka semah’ (santun kepada pendatang).

Berikut pernyataan Arteria Dahlan. “Saya minta profesional, saya sama Pak JA (Jaksa Agung) ini luar biasa sayangnya, Pak,” kata Arteria saat rapat kerja. “Ada kritik sedikit Pak JA, ada Kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” katanya.

Arteria lantas menyinggung seorang Kepala Kejaksaan Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat Kajati tersebut.

Sayangnya dalam rapat tersebut ia tak menyebut siapa jaksa yang dimaksud yang disebutnya harus dicopot gara-gara menggunakan Bahasa Sunda ketika rapat.

Namun, kendati sampai saat ini belum ada pernyataan resmi soal siapa Kejati tersebut, jika merujuk pernyataan Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, jaksa yang dimaksud adalah Kepala Kejati Jawa Barat (Jabar), Dr. Asep N Mulyana.

Dalam pernyataannya Ono Surono juga meminta agar Jaksa Agung tak memenuhi permintaan Arteria Dahlan untuk mencopot jaksa Asep N Mulyana itu.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr.H.Asep N Mulyana. Menanggapi santai saat dihubungi awak media pada peresmian Rumah Aman Adhyaksa Simpati Jatinangor ( jangan tinggalkan nasib anak anak dan korban) di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Rabu, (19/1/2022).

“Saya selaku kepala kejaksaan tinggi fokus pada penegakan hukum ya saat ini banyak yang sedang kami kerjakan kami sedang programkan untuk bagaimana membuat suatu kebijakan yang tentunya bisa yang terbaik buat Kejati Jawa barat” tuturnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr.H.Asep N Mulyana Hadir di Sumedang bersama Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ,  I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga, S.E, M.Si guna meresmikan Rumah Aman Adhyaksa Simpati Jatinangor ( jangan tinggalkan nasib anak anak dan korban) yang digagas Kejati Jawa Barat bersama Pemda Sumedang dan seluruh steakholder terkait bertempat di UPTD Balai Pelatihan Kerja Disnakertrans Kabupaten Sumedang.

 

 

Aep Sunarya MPI Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here