KUNJUNGI MAPOLRES SUMEDANG KAPOLDA JABAR AKSELERASI VAKSIN PRESISI

0
8
MPI-Sumedang
Suasana di halaman belakang Polres Sumedang pada Jumat (11/2/2022) terlihat lain dari biasanya, terdapat Delman dan Angkutan Tayo mobil Rekreasi serta tampak tokoh super Hero Spiderman dan Iron man berpose diantara anak anak yang mengantri untuk melaksanakan vaksinasi

Hari itu Polres Sumedang menggelar Akselerasi Vaksin Presisi Polda Jawa Barat dalam rangka percepatan pencapaian vaksinasi covid 19 di Kabupaten Sumedang dengan 3ribu sasaran terdiri dari Anak anak serta manula dan dosis kedua.

hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Jawa Barat, Irjen .Pol. Suntana dengan disambut Kapolres Sumedang beserta Bupati dan Wakil Bupati serta Jajaran Forkopimda, Ketua DPRD, Basarnas, BAZNAS, dan yang lainya.

“Hari ini kita melaksanakan Vaksinasi masal di wilayah Jajaran Jawa Barat dengan target 40 ribu sasaran dan di Polres Sumedang sendiri ditargetkan 3ribu sasaran yang terdiri dari Anak anak, manula dan yang kedua” ungkap Kapolda Jabar, Irjen.Pol. Suntana

Menurutnya Tingkat Vaksinasi dosis pertama kita sudah sangat luar biasa hampir diangka 88% dan tingkat keduanya disekitar angka 61% untuk manula yang pertama sudah sudah diatas 79% dan yang kedua sudah 50%

Meski demikian Kapolda meminta semua pihak terutama media agar ikut mensosialisasikan Vaksinasi dan penerapan prokes serta menghindari Kerumunan guna pencegahan penyebaran covid 19 terutama omnicron.

Selain meninjau Vaksinasi Presisi Kapolda Jawa Barat sebelumnya melakukan berbagai kegiatan yang digagas Polres Sumedang diantaranya pemusnahan knalpot bising di Halaman depan Mako Polres Sumedang, pemberian santunan dan bantuan, pemberian Penghargaan bagi tenaga kesehatan dan lainya

Sebanyak 177 pemusnahan knalpot bising, dengan rincian 133 dimusnahkan secara langsung dan 40 lainnya masih terpasang pada kendaraan.

Irjen Pol Suntana mengatakan, penggunaan knalpot bising ini sangat menggangu pengguna jalan lainnya. Sehingga dapat memecah konsentrasi pengendara lain pada saat sedang mengemudi.

“Akibat knalpot bising ini bisa berdampak fatal karena dapat memecah konsentrasi pengendara lain. Hingga bisa menyebabkan kecelakaan dan yang lainnya”. Ujarnya

Dan yang paling penting, lanjut Kapolda, knalpot bising juga mengeluarkan gas atau karbon kurang bagus buat kesehatan.

“Sesuai UU lingkungan hidup, itu termasuk pelanggaran yang diatur dalam Undang-undang yang lainnya,” ucapnya.

Aep Sunarya MPI Jabar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here