*Audensi Koalisi KAWALI Indonesia Lestari bersama Kamar Dagang & Industri (KADIN) Kab. Bekasi*

0
13
MPI-Cikarang
Kepengurusan Kadin Kabupaten Bekasi periode 2021-2026 pasca pelantikan terus membuka dan melakukan konsolidasi kelembagaan baik didalam dan diluar pemerintahan, Hari ini Kadin Menerima  Audensi *Lembaga Pemerhati Lingkungan Hidup dan Ham* yaitu Koalisi Kawali Indonesia Lestari untuk membangun sinergitas program dan isu Lingkungan Hidup khususnya di Kabupaten Bekasi, mengingat dampak industrialisasi yang masiv dapat mempengaruhi kondisi lingkungan hidup. termasuk  mempertahankan sumber air, aliran sungai, pepohonan yang memproduksi oksigen  berkelanjutan di Wilayah Kabupaten Bekasi (26/02/2022).
Dilahirkan oleh undang-undang nomor 1 tahun 1987, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi sebagai organisasi para pelaku usaha dan mitra strategis pemerintah, selalu berupaya untuk meningkatkan fungsi dan perannya. Tidak hanya pada faktor ekonomi saja, Kadin juga memberdayakan serta   mensinergikan agar lembaga sosial kontrol masyarakat  turut serta dan bisa menangkap peluang-peluang yang bisa didorong oleh Kadin. Sepanjang lembaga tersebut memiliki legal standing dan program kerja yang jelas, KADIN Kabupaten Bekasi akan selalu hadir dan menerima usulan, masukan dari masyarakat melalui jalur kelembagaan, “ujar DE.Kadin Jon Soni.
Namun prinsip bisnis dan mendorong pertumbuhan ekonomi, melalui penciptaan pelaku usaha baru, adalah portofolio KADIN sebagai organisasi pengusaha. Karena KADIN menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi, PDB dan GNP sebuah negara tidak lepas dari campur tangan pengusaha.namun orientasi berusaha tidak juga lantas menanggalkan kewajiban kita menjaga Lingkungan hidup. Industri terang Sony sudah Mulai berbasis ramah lingkungan.pungkasnya disela-sela acara  audiensi bersama *KAWALI*.apa yang telah menjadi intisari dan notulensi hendaknya dijalani bersama agar tujuan dari pembangunan sinergitas dapat tercapai kedua belah pihak,”tuturnya”.
Karena bicara KADIN, berarti bicara juga tentang asosiasi pengusaha, yang terhimpun didalamnya, karena dalam menjalankan organisasi  harmonisasi antar anggota harus terbangun hingga kita memiliki persepsi yang sama tentang fungsi kelembagaan.  wadah komunikasi dan konsultasi bagi perdagangan dan perindustian dalam semangat membangun kolektif kolegial harus selalu tercermin.
Penguatan kelembagaan harus simultan, bergerak merefresh kembali semangat untuk menghadirkan perubahan, terutama dalam menyongsong era Rev 5.0,
Bersama lembaga pemerhati lingkungan hidup seperti *KAWALI* harus terus dibangun sinergitas dan kesepahaman, meskipun bukanlah hal mudah, namun tetap harus ditempuh agar pesan dan amanat dari UU Nomor 1 Tahun 1987 dan UU Nomor 32 Tahun 2009 dapat di di implementasikan sesuai marwahnya. kemudian diaplikasikan sebagai bagian dari role model Kadin kedepan.
Dikabupaten Bekasi 7000 lebih Industri / pabrik beroperasi, dan terbesar se Asia Tenggara.  Pasti juga dengan segala persoalan yang timbul. Isu Global yang saat ini menjadi perbincangan di dunia nasional dan internasional pun menjadi konsen bersama. Mengingat beberapa isu global seperti SDGS 2030, Perubahan Iklim Extrim, Global Warming, Persampahan dan Pencemaran, itu yang sangat menarik untuk di diskusikan dan juga sampai ketahapan melakukan agenda-agenda bersama menuju gerakan kolektif dan masif untuk kemanfaatan dimasyarakat.
Berangkat dari pemikiran diatas, Kadin dan Kawali merasa perlu melakukan penajaman diskusi dan langkah bersama. Ada beberapa hal yang disepakati dalam hasil audiensi kemarin, yaitu soal Melakukan Kajian untuk mencari persoalan berdasarkan fakta dan data berbasis digital, secara berangsur dilakukan dimulai dari yang sederhana.
Tantangan kedepannya yang harus terbangun oleh Pemerintah Daerah Kab. Bekasi bersama kadin dan Kawali adalah berkontribusi dengan memfasilitasi komunikasi dengan industri mengedepankan cara yang ramah lingkungan juga rendah karbon agar tidak merusak alam, melakukan konservasi  dalam upaya pelestarian lingkungan dan mempertahankan sumber-sumber energi agar berkelanjutan.
Hasil kesepahaman yang terbangun kemarin antara Kadin Kabupaten Bekasi  dan Kawali beberapa hal. Pertama, Persoalan persampahan efek dari industri yang terbesar di asia tenggara dan jumlah penduduk di kabupaten bekasi, Kawali mendorong program pengelolaan sampah tuntas dari hulu (Komunal) / Lintas RW di desa, dengan manajemen pengelolaan sampah yang baik dan juga mesin insenerator karya anak bangsa di Jawabarat menjawab persoalan sampah dimasyarakat.
Kedua, Kadin dan Kawali menginspirasikan dan mengajak kepada pihak-pihak industri untuk bersama-sama membuat kawasan hutan mangrove di wilayah pesisir pantai kab. Bekasi berbasis masyarakat sebagai jasa lingkungan dan tempat Wisata.
Ketiga, kadin dan Kawali mendorong penggunaan material produk yang ramah lingkungan sesuai dengan yang diamanatkan oleh undang-undang, Dimulai dari Produk kemasan plastik Ramah Lingkungan.
Keempat, Kadin dan Kawali juga dengan banyak pihak bersinergi membangun infrastruktur digital untuk pengawasan DAS dan Udara serta pengendalian banjir.
Kelima, Kadin ingin CSR dikabupaten bekasi bisa dimaksimalkan kemanfaatan nya untuk masyarakat kabupaten bekasi melalui program CSR expo dan Award Bupati kab. bekasi.
Upaya sinergitas kelembagaan bersama KADIN Kabupaten Bekasi dan Kawali kedepan nya akan mendukung adanya beberapa MoU dalam merumuskan Fungsi dan Peran bersama Kamar dagang dan Industri (KADIN) yang ramah lingkungan, mengingat KADIN adalah rumah besar yang didalamnya banyak berhimpun asosiasi-asosiasi perusahaan besar.
Edvin Gunawan MPI Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here