Banjir Landa 11 Desa di Banyumas, Warga Mengungsi di Masjid

0
104
MPI-Banyumas – Banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (15/3/2022). Sedikitnya 11 desa di dua kecamatan terendam banjir.
11 desa tersebut, yakni Desa Pandak, Kuntili, Kemiri, Karanggedang, Selandaka, Nusadadi, dan Sumpiuh Kecamatan Sumpiuh.
 Menurut Suratno, sampai saat ini Sabtu 19/ 3/ 2022, saat di konfirmasi oleh awak media  genangan air sudah mulai surut, dan untuk warga lainya terus saling bergotong royong saling membantu ada yg membuat dapur umum di Wilayah RW 04 Desa Kuntili khususnya dan  ada juga warga lain sekitaran desa kuntili yg saling suport dan  terus memberikan kontribusi bantuan sembako baik beras, mie instan dan lain lain, sebagai bentuk kemanusiaan,dengan empati warga sekitar maupun dari luar daerah bisa meringankan beban penderitaan warga yang terdampak banjir.
Masih kata Suratno warga dari RT 06 RW 01 Desa kuntili beserta ketua RT maupun para simpatisan sampai saat ini trus menggalang bantuan guna bisa terus membantu warga yang terdampak, tak lepas juga bantuan datang dari cabang  PGRI Kecamatan Sumpiuh
Banjir Empat desa lainnya, yakni Kemulyan, Purwodadi, Pesantren dan Prembun, berada di Kecamatan Tambak. Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Kalireja dan luapan Sungai Kaliwanten.
“Itu data sementara ya. Karena ada kemungkinan bertambah juga tapi belum dilaporkan,”
Kata Suratno akibat banjir ini, puluhan orang mengungsi, terutama di Kadungdadap, Kecamatan Sumpiuh. Pasalnya, Air menggenang cukup tinggi dan membahayakan jiwa sehingga warga harus dievakuasi.
Puluhan Jiwa Mengungsi
Warga korban banjir di Banyumas mengungsi ke masjid.  Perbesar
Warga korban banjir di Banyumas mengungsi ke masjid.
Hingga Selasa siang, terdapat 52 orang yang mengungsi ke balai desa setempat. Sementara, puluhan lainnya mengungsi ke tempat saudara atau tetangga yang tak terdampak banjir.
Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan masih melakukan pendataan.
“Ada, mengungsi itu di Grumbul Nusadadap, Desa Pandak. 52 orang. Di tempat lain tidak ada, hanya pindah ke tempat saudara. Yang jelas, yang mengevakuasi diri itu di Nusadadap, Pandak,” Suratno, menjelaskan.
Selain merendam permukiman dan lahan pertanian, banjir dilaporkan juga sempat menyebabkan lalu lintas terganggu. Salah satunya berdampak di Jalan Nasional Banyumas-Kebumen, di titik Tambak-Buntu akibat luapan Sungai Gatel.
Banjir juga merendam jalan antara Buntu Banyumas menuju Kroya, Cilacap. Akibat genangan ini, lalu lintas sempat macet panjang karena kendaraan terjebak macet.
Penyebab Banjir Kembali Melanda Banyumas dan Cilacap
Banjir di Banyumas Mulai Surut, Sebagian Warga Kembali ke Rumah,
Toni Wicaksono, MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here