Brigade Anak Serdadu gelar Donor Darah bersama PPIR, ARPAS dan Sajadah Panjang 212

0
26
MPI-Jakarta Timur (18/03/2022) – Dalam Rangka Dirgahayu ke-2 tahun organisasi anak kolong *Brigade Anak Serdadu (BAS)* menggandeng Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR),Aliansi Masyarakat Pejuang Kebangsaan (ARPAS,) dan Sajadah Panjang 212 untuk bersama-sama menggelar kegiatan Sosial *Donor Darah*
Ir. Sonny Wicaksono selaku koordinator kegiatan dari DPP BAS, dalam sekapur sirihnya menjelaskan bahwa menyadari sepenuhnya Organisasi Brigade Anak Serdadu (BAS) masih seumur jagung alias masih belum banyak makan asam garam atau masuh sedikit pengalaman secara organisasi meskipun secara Sumber Daya Manusia (SDM) di BAS sudah sarat pengalanan organisasi baik di kalangan Anak kolong maupun di organisasi umum dan atau keagamaan.
Tambah Sonny Wicaksono (Ketua I) yang didampingi Iwan Swarna Dwipa (Bendum), Yon Ruswendi (Ketua II), Meiky Parwanti (Ketua IV) dari DPP BAS di tempat pelaksanaan Donor Darah yakni du Sekretariat PPIR Korda Jakarta Timur yang beralamat di Jalan Bambu Indah, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menegaskan bahwa kenapa dipilih kegiatan sosial Donor Darah karena saat pandemi Covid-19 masih melanda Negeri kuta tercinta Indonesia dan menjelang atau selama Ramadhan hampir bisa dipastikan Stock Darah di Unit Transfusi Darah Cabang DKI Jakarta bahkan seluruh nusantara kekurangan stock darah oleh karena BAS menggandeng PPIR, ARPAS dan Sajadah Panjang 212 dengan pengisi qolbu atau pemberi tausyiah pencerahan yakni Prof. Dr. Eggi Sudjana, SH, MH yg sekaligus mendapat seragam anggota kehornatan PPIR serta Pin Harlah ke-2 BAS.
Dalam pencerahannya Eggi Sudjana menitikapikan cegal tangkal Komunis gaya lama atau komunis gaya baru dari seluruh Bumi Pertiwi Indonesia serta menguraipaparkan tentang Persatuan Kesatuan dan Ukhuwah Islamiyah sehingga bangsa kita khususnya umat islam tidak mudah diadu domba atau dipecah belah oleh oknum maupun organisasi yang tidak suka Indobesia damai, rakyatnya pintar dan kompak ditambah ukhuwah islamiyah yang kuat di kalangan kaum Nadhiyin, Muhammadiyah dan Umat Islam lainnya, tegas Eggi di para anggota PPIR dan BAS.
Sebagaimana yang kerap kali disampaikan oleh Ketum PPIR Mayjen TNI Purn. Musa Bangun yakni
Sebagai informasi, PPIR merupakan organisasi sayap di bawah naungan Partai Gerindra. Organisasi ini tak hanya terdiri dari purnawirawan TNI saja, namun juga pensiunan Polri dan juga masyarakat umum berjiwa *Pejuang*.di Indonesia Raya.
PPIR disebut-sebut sebagai organisasi tandingan Bravo 5 yang dibentuk LBP,  tapi PPIR lebih membumi, sangat merakyat, amat Down to Earth, pungkas jenderal berbintang dua ini.
Catur Sujatmiko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here