Ngaji Bersama Kyai Betawi Asal Klender Munawir Aseli Tentang Rowahan Bersama

0
48
MPI-Jakarta
Sosok Kyai Munawir Aseli, ulama Betawi asal Klender, yang punya ciri khas sendiri saat berceramah kepada jamaahnya.
Kemarin Malam (27/03/22) beliau mengutarakan dalil tentang Rowahan yang masih sering diperdebatkan oleh beberapa kalangan kepada para jamaah  dalam Acara Rowahan Bersama di Masjid Hikmatul Ummah, Pengarengan Jakarta Timur.
Kyai Munawir Berkisah tentang Siti Aisah yang mencari Rasulullah di bulan Syaban, ternyata beliau sedang berada di Baqi, Makbaroh yang ada di Madinah. Beliau membaca doa,
اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنان ولا تجعل قبره حفرة حفار النيران
Dari sinilah, para ulama Betawi khususnya merujuk diperbolehkannya mengadakan Rowahan.
 Awalnya saya kira Kyai lagi bercanda, eh ternyata apa yang beliau sampaikan sangat serius!
Beliau sedang mengajarkan cara mudah menyampaikan ilmu. Sebab kalau kita sudah merasa ringan, diri kita akan siap menerima karena merasa sanggup. Maka menerima ilmu akan menjadi hal yang mudah! Bagi orang-orang seperti saya, cara Kyai mengajarkan ilmu secara sederhana seperti ini mengena sekali.
Kita sering mendengar nasihat tentang kemudahan,  dari para guru. Tentu saja metode penyampaian yang paling sesuai dengan kita yang akan terus berkesan. Oleh karena itu, ulama mengatakan,
الطريقة اهم من المادة
“Metode menyampaikan sebuah nasihat harus lebih dipentingkan dari isi nasihat itu sendiri.”
Intinya, ketika ilmu disampaikan dengan cara yang simple tetapi penuh dengan arti, insya Allah bisa diterima dengan pikiran bawah sadar, dan kemudian akan mendorong kita untuk mengamalkannya.
Sebab secara teori, tindakan manusia dipengaruhi 88% oleh alam bawah sadarnya.
Catatan : Hadromi/Hasbullah Ilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here