Kejari Cikarang Periksa 46 Kapuskes Dan 1 Dirut RSUD. Terkait Pemberian Uang ke Oknum BPK

0
339

MPI-Bekasi

Berdasarkan Pemantauan awak Media, Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi, pada Rabu ( 13/04/2022) kemaren, di ketahui memeriksa 46 Orang Kepala Puskesmas dan 1 orang direktur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD), Di duga terkait Pemberian uang kepada Oknum BPK yang terkena OTT Tim gabungan dari Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi dan Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa barat beberapa waktu lalu.

Salah seorang Kepala Puskesmas, berinisial E, yang kepergok Wartawan saat ia berdiri didepan Kantor Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi. ia mengatakan bahwa dirinya habis diperiksa oleh pihak Kejaksaan, Kata dia. Tak lama kemudian Kapuskes berinisial E itu, dijemput oleh mobil mewah, entah siapa.

“” Ya benar saya habis di periksa oleh pihak Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi. di dalam juga masih banyak rekan rekan Kepala Puskesmas (Kapus) lainya yang masih di periksa, termasuk dr AH,” juga masih ada di dalam.” kata Kapuskes berinisial E itu.

Ketika di Konfirmasi melalui pesan WhastApp ( WA), Kepala Puskesmas berinisial E itu, ia mengatakan bahwa semua Kepala Puskesmas sebanyak 46 orang di periksa semua. Dikatakan E, pemeriksaan terhadap para kepala Puskesmas tersebut, sebagai saksi yerkait Pemberian Uang Kepada Oknum BPK yang terkena OTT Minggu lalu. Kepala Puskesmas berinisial E itu, meskipun dirinya mengaku ikut di Periksa pihak Kejaksaan, Namun ia Membantah, bahwa dirinya tidak termasuk Kepala Puskesmas yang memberikan Uang kepada oknum BPK tersebut. Kata dia.

“” Ya jadi semua Kepala Puskesmas diperiksa sebagai saksi, terkait Pemberian Uang kepada Oknum BPK. meskipun saya tidak termasuk yang Memberikan Uang kepada Oknum BPK, tetapi saya di informasikan oleh Ketua forum, jadi saya mendengat adanya permintaan Uang dari Oknum BPK itu, sehingga saya ikut periksa juga,”” Begitu Penjelasan Kapuskes E melalui pesan WhastAp ( WA ) nya.

Juga di peroleh informasi, Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi, selain memeriksa 46 Kepala Puskesmas, juga memeriksa 1 orang Dirut RSUD, terkait pemberian Uang kepada Oknum BPK tersebut.

Sebagaimana sudah diketahui pada Rabu ( 30/03/2022) Minggu lalu, 2 orang Oknum Auditor BPK Perwakilan Jawa barat, masing berinisial AMR dan F ditangkap Tim gabungan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi, di kantor BKAD Minggu lalu, karena di Duga Menerima Uang sebesar Rp 351 juta dari 17 Oknum Kepala Puskesmas dan dari 1 Oknum Dirut RSUD Cabang Bungin Kabupaten Bekasi. Pemberian Uang sebesar Rp 351 juta lebih itu, di duga berkaitan dengan temuanya dalam Pemeriksaan, sehingga uang tersebut untuk mempengaruhi tugas dan Jabatanya sebagai Auditor BPK. Dan sebagaimana telah diketahui bersama, dari 2 orang Oknum BPK Perwakilan Jawa barat hanya 1 orang yang berinisial AMR yang Jadi Tersangka. Adapun F tidak ditemukan bukti yang cukup, sehingga F dikembalikan ke BPK untuk dilakukan Pembinaan.

Hingga berita ini diturunkan, Awak media belum berhasil Mengkonfirmasi pihak Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi, terkait Pemeriksaan 46 Kepala Puskesmas dan 1 orang dirut RSUD tersebut. Yang menjadi Pertanyaan di sini adalah, Kalau yang Memberi Uang ke Oknum BPK itu hanya 17 Orang Kepala Puskesmas dan 1 orang dirut RSUD, Lantas Kenapa Kejaksaan Negri Kabupaten Bekasi memeriksa 46 Kepala Puskesmas..? kita ikuti Perkembangan selanjutnya.

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here