KAPOLSEK TAMBUN BUNGKAM TERKAIT ADANNYA DUGAAN ADM” LAPORAN POLISI KORBAN PENGEROYOKAN DI THM

0
30

MPI-BEKASI

Berita sebelumnya dikutip dari Indolensa. com pada 07/05/2022 bahwa telah terjadi pengeroyokan terhadap pengunjung Cafe Toguro sehingga korban memgalami luka luka dan berlumuran darah yang diduga dilakukan sesama pengunjung cafe tersebut. Dan akhirnnya para korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tambun Polrestro Bekasi dengan Laporan Polisi No. 458/STPL/….

Dua orang pemuda berinisial R.Manalu(22), K.Pasaribu(26)menjadi korban penganiayaan saat berkunjung ke Tempat Hiburan Malam (THM) TOGURO di Jalan Raya Inpeksi Kalimalang, Tambun, Kabupaten Bekasi, Sabtu, (7/5/2022) dini hari.

Menurut informasi, kejadian bermula saat kedua korban Lagi menikmati suasana musik di Togu Ro Cafe
kedua korban kemudian turun kebawah tangga tempat Live Musik.

Tak lama berselang, mereka didatangi seorang pria yang dianggap langganan cafe tersebut memegang botol Minuman Dan tiba tiba memukul kepala korban dengan botol minuman,selang beberapa waktu rekan pria yang menganiaya pun Ikut serta memukuli Korban. Dan terjadi lah pengeroyokan yang mengakibatkan wajah dan kepala belakang para korban berdarah, akibat hantaman benda tumpul.

Atas kejadian itu, mereka kemudian melaporkannya ke Polsek Tambun. Kepolisian juga telah Membuat Laporan Polisi,dengan Pasal 170 KHUP, dengan Ancaman Penjara 5 tahun.

Namun dari informasi yang diterima Gantari ada yang berbeda dalam hal. Pelayanan polsek Tambun bahwa para korban harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 830.000 untuk biaya visum dan biaya lainnya agar laporan lebih lancar. Ketika hal ini Di konfirmasi pada Rabu, 11/05/2022 kepada Kapolsek Tambun AKP Rusnawaty melalui telepon genggam tidak bersedia memberikan keterangan dan hanya bungkam tanpa memberikan komentar.

Ini menjadi preseden buruk dalam pelayanan kepolisian sesuai program PRESISI yang digaungkan Kapolri yang akhir akhir ini banyak juga oknum polisi mecoreng institusinnya sendiri disisi lain Kapolsek Tambun AKP Rusnawaty seharusnya memberikan informasi dan menghargai profesi sesuai tupoksi yang diamantkan UU Pers No. 40 th 1999.

Sampai berita ini diturunkan belum ada informasi dari aparat terkait. Perlu diketahui bahwa keberadaan tempat hiburan malam tidak ada legalitas karena bertentangan dengan Perda Kab Bekasi No. 3 Th 2016 Penyelengaaraan Kepariwisataan namun tetap menjamur .

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here