WARGA /PENGGUNA JALAN KELUHKAN JALAN RUSAK DI DESA CIJENGKOL AKIBAT OKNUM KONTRAKTOR

0
82

MPI-Bekasi ~ Pemerintah Pusat belakangan ini sedang menggalakkan program pembangunan, baik pembangunan insfrasruktur maupun konstruksi, disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah. Untuk itu mulai dari pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Daerah (Pemkab dan Pemkot-red), serta Pemerintah Desa (Pemdes-red) secara serentak meresponnya.

Namun pembangunan di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi yang saat ini sedang berlangsung terlihat miris. Pasalnya banyak tanah merah yang berjatuhan dijalan, sehingga akses jalan yang dilalui warga /pengguna jalan menjadi tidak nyaman bahkan mengkhawatirkan. Apalagi pasca hujan turun. Kondisi jalan menjadi licin.

Tidak sedikit warga sekitar yang sedang melintas di Jl. Kuburan Cina RT. 003 RW. 007 Desa Cijengkol Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi terjatuh dikarenakan jalan licin pada Selasa, (17/5/2022).

Saat awak media mengkonfirmasi warga sekitar yang tidak ingin diketahui identitasnya, mengatakan “iya belakangan ini banyak pengendara (roda 2-red) yang jatuh, jalanan jadi licin karena tanah merah (urugan-red) tersiram hujan. Semua itu akibat ulah oknum kontraktor yang tidak bertanggung jawab membersihkan kembali tanah merah yang tercecer di jalanan, saya sudah lapor RT/RW setempat bahkan sampai ke Lurah Saepul pun sudah saya laporkan, namun mereka diduga seolah ‘tutup mata’ dan belagak budeg,” jelasnya.

Dilain kesempatan Ketua LSM Penjara Indonesia DPC Kabupaten Bekasi JM Hendro dalam keterangan waktu di hubungi Via WhatsApp, Sangat prihatin dengan kondisi jalan yang rusak dan banyaknya tanah merah yang berceceran sehingga diwaktu hujan akan sangat membahayakan pengguna jalan. Tanah yang berceceran akibat lalu lalangnya mobil truk pengangkut tanah yang bermuatan over load sehingga banyaknya tanah merah yang berjatuhan, Dalam keterangannya JM Hendro Meminta Pihak Yang Berwenang agar menindak tegas Pengembang agar mengembalikan atau memperbaiki inspratuktur jalan yang di bangun dengan dana APBD yang berasal dari Uang Rakyat

“Harus ditelusuri itu Amdalalin proyek tersebut, karena jika Amdalalin tidak terbit maka Ijin Mendirikan Bangunan (IMB-red) pun tidak dapat diterbitkan. Biar pada tau rasa itu kontraktor dan pemberi proyek atau kerjaan, kasian banyak warga jadi korban akibat kesewenang-wenangan oknum kontraktor yang tidak mengindahkan keselamatan warga sekitar.” Pungkasnya.

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here