TERCIPTA “WISATA AIR” DADAKAN, MUSEUM BEKASI JADI SOROTAN BUDAYAWAN MUDA. INI KATA DEN CUPANK

0
63

 

MPI-Kabupaten Bekasi

Panorama Museum Digital Gedung Juang 45, berlokasi di Kecamatan Tambun Selatan, memang sangat menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Bukan hanya para penikmat budaya atau pemerhati Budaya, namun warga masyarakat awam pun yang melintasi lokasi tersebut serta merta akan menjadi penikmat bangunan pemillik nilai sejarah yang sangat tinggi itu.

Namun baru-baru ini, penampakkan visual yang tereksplore dari Cagar Budaya Gedung Juang 45, yang saat ini difungsikan sebagai Museum Bekasi sangat lah miris. Pasalnya ketika terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, tampilan tampak depan Museum Bekasi ini seperti sebuah “Wahana Air” .

Hal inlah yang kemudian menimbulkan banyak kritisisasi dari berbagai pihak. Termasuk salah seorang budayawan muda sekaligus pimpinan redaksi dari beberapa media online , turut mengktitisi kondisional Museum Bekasi ini, pada Jumat (20/5/2022)

” Saya miris melihat kondisi sebuah bangunan yang memiliki nilai histori yang sangat tinggi ini. Dimana diketahui bahwa anggaran repitalisasi lalu menelan angka yang sangat significant nilai nya,” tutur Budayawan muda yang akrab dalam kesehariannya disapa Den Cupank.

” Tampilan depannya saat ini sudah seperti wisata air dadakan. Terlihat banyak genangan air disana karena curah hujan. Tapi ketika tidak hujan, tidak ada genangan air nya. Pertanyaan saya apakah di Museum Digital Gedung Juang ini tercipta ‘Wisata Air” yang baru??” lanjutnya sambil tersenyum dan menunjuk salah satu bagian depan Museum Bekasi yang tergenang air.

” Pertanyaan yang kedua, kemana biaya perawatannya??. Dengan anggaran repitalisasi atau rehab ulang kemarin senilai 36 M. Kok seperti ini yak??’ tandasnya sambil mengangkat kedua bahunya.

“Kepada para aparatur negara, ekesekutif dan legislatif, serta dinas-dinas terkait, tolong donk di lihat dan dicermati kondisi yang seperti ini. Ini anggaran negara loh, dari APBD . Nilai nya sangat fantastis dan bombastis. Apa yang terjadi ketika BPK dan KPK tiba-tiba datang untuk audit forensik?? Segala kemungkinan bisa saja terjadi tanpa mengenal waktu dan tempat. Who knows??? pungkas Den Cupank seraya menutup statement nya.

Aksi oralis yang hanya berdurasi kurang lebih dua setengah menit ini, kemudian diviralkan melalui channel YouTube media online, Media Patriot Indonesia. Dan cukup mengantarkan banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban dari pihak-pihak terkait.

Ayu MPI Bekasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here