Penanganan kasus perkosaan terhadap gadis disabilitas Di Bekasi Diduga Mandul

0
133

 

MPI-BEKASI
Kasus pemerkosaan yang menimpa sebut saja bunga 21 tahun seorang anak dengan kebutuhan khusus, yang sedang di tangani unit PPA Polres Metro Bekasi sampai dengan saat ini sudah berjalan berjalan hampir tiga bulan dari bulan Februari sampai Maret belum ada titik terang untuk mendapatkan keadilan yang sama di Muka Hukum.

Saat dimintai keterangan via TLP BPPH Pemuda Pancasila H Ujang SH, menjelaskan bahwa kasus di kempalikannya P19 karena kurangnya bukti dan saksi, ” sekarang sedang dilengkapi P21 agar kasus ini segera di sidangkan, dengan alasan Di bawah umur para pelaku tidak di tangkap pihak Kepolisian dan proses di kejaksaan nantinya yang akan mengeksekusi bila memang terbukti para pelaku bersalah”. Jelas H Ujang Suryadi SH,MH

Menurut pengamatan Pimpinan Media Patriot Indonesia Nurhasan SH yang juga melatar belakangi seorang praktisi hukum, merasa miris dengan kasus pemerkosaan yang korbanya adalah anak dengan kebutuhan khusus, kasus nasional ini dan di pantau oleh masyarakat luas ini berjalan tidak terang benderang bahkan terkesan lamban. Beberapa pelakunya Dari 7 pelaku
3 yang di tetapkan sebagai pelaku utama masih berkeliaran tidak di tahan dengan dalih anak dibawah umur.

Saat di mintai keterangan oleh awak media kepada keluarga korban Toni 34 tahun, Memaparkan bahwa kami pihak keluarga telah melaporkan kasus perkosaan dan kekerasan tersebut ke pihak PPA Polres Metro Bekasi pada tanggal 4-02-2022 hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut, keluarga korban berharap pelaku dapat di adili di meja hijau.

Dengan adanya kasus-kasus seperti ini, menjadi pelajaran untuk kita bahwa kenakalan remaja di bawah umur sedang marak terjadi dan viral dimana-mana dan mayoritas mereka pelakunya masih muda belia. Peran serta orang tua untuk mengawasi dan mengontrol perkembangan anak-anaknya sangatlah penting agar mereka tidak bertindak melawan hukum yang nantinya akan merugikan mereka sendiri.

 

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here