PENYANYI KELILING DADAKAN MENJADI TREND

0
15

MPI-Brebes,29/5-2022
Dengan dalih menghibur,kini sejak era reformasi,dengan berbekal musik salon dan nyanyi berkeliling di setiap desa menelusuri rumah- rumah.
Meski memang tidak memaksa berapapun yang di berikan oleh pemilik rumah.
Hal tersebut secara kasat mata bahwa mereka seolah kini sudah menjadi ( Mengamen,red) profesinya sehingga dalam dirinya tidak “lagi ” memiliki pemikiran membangun suatu usaha dalam menunjang ekonomi keluarga.
Memang bisa di kalkulasi penghasilan mereka sangat fantastis Rp.300.ribu/hari minim bisa di dapatkan.
Pantauan Patriot menemuinya hampir setiap hari keliling desa berjumpa para pengamen musik keliling tersebut,dan jumlahnya ratusan.
Belum lagi mobil rombongan dengan bersholawat menyebarkan anak- anak muda berpakaian ” Santri ” dengan membawa “Tong Jajanan ” di balut Shodaqoh.
Di tambah lagi, Anak- anak muda dengan berkelompok bermodal gitar seadanya.
Fenomena ini,sudah sangat memprihatinkan ” Sebagai anak bangsa ” yang harus menunjukan kemampuan diri dan martabat baik pada keluarga,agama dan bangsa.
Sedungguhnys, pemerintah harus bersikap dan yang terkecil yakni Pemerintah Desa ( Pemdes,red) menjadi pelopor untuk memberi warning diri menjadi desa ” Tanpa Pengemis ” atau apapun sebutannya terlebih pada yang meminta berbau
” Atas nama Muslim ” karena hal itu secara tidak langsung telah menodai nilai- nilai keagamaan itu sendiri.
Sekarang bahkan ibu-ibu muda pun dudah tak memiliki rasa malu dengan menyangkut kota bertuliskan sebuah pembangunan Mushola menjamur berkeliling.
Mereka bahkan dari daerah jauh seperti Indramayu juga dari Brebes selatan sampai ke utara.
Apakah itu kini telah menjadi model baru mencari nafkah sehingga mengenyahkan rasa malu dan harga diri bahkan tidak tanggung – tanggung ada yang
mengatasnamakan Pondok Pesantren.
Potret ini harus menjadi perhatian penting pemerintah daerah melalui satuan Polisi Pamong Praja
harus bersikap.
” Dari Indramayu ” demikian tutur anak muda berbaju gamis ketika di tanya asal rombongan mobil berkeliling mencari sodaqoh.
Trend Covid 19, telah merubah paradigma berfikir usaha oermanen,seperti lampu hijau cara lain mencari uang.
” Saya hanya minta ke ikhlasan saja ” ujar pengamen musik keliling yang tidak mau di sebut namanya.
Sejauh ini,belum ada pembinaan atau pendataan seberapa jumlah yang berprofesi seperti itu.
” Kebutuhan hidup terus berjalan,yang tercepat dapat duit ya cara begini Pak ” lanjutnya dengan senyum.
Lantas siapa yang harus di salahkan,dan siapa pula yang harus menyadari dari rasa kepatutan diri.

Jurnalis
Mohammad Riyadi
MPIBrebes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here