Diduga Berikan Keterangan Palsu Kades Karangsari akan tempuh Jalur Hukum

0
14

MPI-Bekasi

KABUPATEN BEKASI MIJ-Adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, terhadap wanita yang berinisial ERS, sempat membuat kaget sang Kades, menurutnya hal itu tidak dibenarkan.

Bao Umbara selaku Kepala Desa Karang Sari saat di jumpai di Kantor Desa pada Senin (6/6/2022) mengatakan, itu keterangan yang berlebihan jauh berbeda dengan kenyataannya.

Pasalnya, masih kata Bao, awal kejadian itu dirinya hendak bermusyawarah kerumah ERS dengan dasar adanya surat pernyataan yang telah di buat oleh kedua belah pihak melalalui musyawarah yaitu orang tua ERS dan Bao Umbara, yang isinya bahwa orang tua ERS akan mengembalikan uang sebesar Rp. 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta).

“Surat pernyataan itu sudah lama kami buat dengan hasil musyawarah, merasa ada uang saya di orangtuanya ERS maka saya hendak bersilaturahmi untuk memusyawarahkan bagaimana untuk kelanjutan uang saya tersebut.”Jelasnya Kades Karang Sari.

Lanjutnya, namun hal yang tidak biasa terjadi saat saya sedang berbincang dengan orang tua perempuannya ERS, tiba tiba ERS datang menghampiri saya dan berkata yang kasar sambil menarik baju kemeja saya, hingga pada putus kancing baju yang saya pakai saat itu, melihat ERS seperti itu saya mencoba menahan tubuh ERS dengan tangan kosong saya, dengan menahan keningnya ERS yang saya tempelkan dengan telapak tangan saya, demi menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

Bukan hanya itu, sang Kades menceritakan ERS juga merobek surat pernyataan yang dibuat dan di tandatangani oleh Bapaknya ERS sendiri, saat hendak di foto untuk dijadikan dokumen di Handphone, ERS dengan cepat merampas handphone saya dan bajil.

“Saya kesana bukan hanya sendiri, tetapi saya berdua dengan orang kepercayaan saya yang bernama Bajil, Saat saya hendak menyuruh Bajil untuk mengambil surat pernyataan yang dibuat orangtuanya ERS, dengan spontan ERS merobek robeknya, dan ERS langsung mengambil Hp saya dan Bajil.” Ujarnya.

Melihat apa yang telah dilakukan ERS, Kades kemudian dengan orang kepercayaanya pamit meninggalkan rumahnya ERS. Terangnya Bao Umbara kepada awak media.

Menurutnya, dengan adanya dugaan penganiayaan yang di lakukannya itu adalah bohong semata atau pembelaan diri dari ERS, meskipun dirinya (Bao Umbara) telah di laporkan sebagai terlapor di Polres Metro Bekasi, Bao akan memberikan keterangan kepada pihak kepolisan dengan apa adanya seperti apa yang di alaminya, Bao Umbara juga mengatakan tidak menutup kemungkinan akan menempuh hal yang sama yaitu menempuh jalur hukum, atas adanya pelaporan dirinya.

Diterangkan oleh Bao Umbara kepada wartawan, bahwa sebelumnya mereka memiliki hubungan yang dekat antara Bao Umbara dan ERS.

Bahkan pengakuan sang Kepala Desa Karang Sari ini, hubungan mereka hendak kejenjang yang serius akan menikahi ERS sebagai istrinya, karena diketahui ERS hidup masih berstatus sendiri.

Namun ditengah perjalanan hubungan itu tidak sesuai yang di harapkan, hubungan tersebut kandas di tengah jalan, sehingga apa yang telah di perbuat oleh kades yaitu dengan membangun rumah di atas tanah milik orang tuanya ERS menjadi sia sia.

Namun dengan hasil musyawarah kedua belah pihak, orang tua ERS membuat pernyataan yang isinya akan mengembalikan uang kepada Bao Umbara sebesar Rp. 250.0000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta) yang d tandatangani oleh orang tuanya ERS di atas materai pada tanggal 02 Maret 2021.

Redaksi MPI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here