Deklarasi sekaligus Peresmian Pesantren Kebangsaan Pertama di Indonesia, Digagas oleh Mantan Kapolda Jabar Anton Charliyan

0
14

MPI-TASIKMALAYA | Mantan Kapolda Jabar, selaku Ketua Dewan Pengasuh Ponpes Assyukandari Bhayangkara bernama Anton Charliyan, pada hari Selasa ,( 07 juni 2022 ), berkesempatan untuk memulai pembangunan sebuah Pesantren Kebangsaan bernama “ASYUKANDARY BHAYANGKARA “,yang berlokasi di Kec.Salawu ,Kab Tasikmalaya.

Dengan ditandai Peletakan Batu pertama , Acarapun dimulai sekitar Pkl:11.00 Wib, Siang. Yang dihadiri oleh Kapolres Tasikmalaya diwakili Kasat Binmas, Kadinsos Kabupaten diwakili Drs Hidayat, Camat Kec Salawu , Kapolsek Singaparna, MUI Kecamatan Salawu, dan para Kepala Desa , serta Tokoh Masyarakat, juga Tokoh Budaya.

Diantaranya adalah : R Dicky dari Sukapura, Tony Easy SE mantan wakil Ketua DPRD Kota Tasik, Drs. Safari Mantan Kadisbudpar, Ki Aan Citiis Galunggung, Ustad Cecep Cilogak, dan lain lain.

Dalam sambutannya mantan Kapolda Jabar yang juga dikenal sbg Tokoh Budaya & Penggiat Anti Intoleransi,mengatakan bahwa” saat ini memang sangat diperlukan pesantren dengan konsep Kebangsaan. Dan pesantren ini merupakan yang Pertama mendeklarasikan sebagai Pesantren Kebangsaan di Indonesia yang memiliki konsep mensinergikan antara Ilmu Agama , Cinta Tanah Air dan melestarikan Nilai-nilai Budaya ,”ungkapnya.

Yakni Pesantren yang diharapkan bisa mencetak dan melahirkan santriwan dan santriwati yang berjiwa patriotisme Pancasila dalam bingkai NKRI berfaham Islam Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah, yang memiliki jiwa Nasionalis dan Berbudaya, karena sebetulnya sudah banyak Ponpes yang punya Konsep seperti ini , Namun belum berani menamakan secara khusus sebagai Pesantren Kebangsaan,”Ungkap Anton Charliyan yang juga pernah menjabat Sebagai Kapolwil Priangan pada Thn 2009.

Dimana lokasi Pesantren tersebut dibangun yakni di wilayah KM 9 ,Kp Ciwidara, Rt 09/001 ,Desa Salebu , Kec. Salawu ,Kab. Tasikmalaya.

Anton juga mengatakan bahwa ” Kecintaan pada tanah air sesungguhnya telah tercantum dalam Naskah Sunda Kuno abad ke 15 dari Wilayah tempat Pesantren ini berada yakni Wilayah Gunung Galunggung, yang kini dikenal Amanat Galunggung. Yang isinya berbunyi : jaga ini Kabuyutan ( Wilayah / Teritory ) sebagai tempat Suci dari Penguasaan Asing, Bila raja Putra tidak bisa menjaga Kabuyutan , maka tak ubahnya ibarat Bangkai kulit musang yang ada ditempat sampah, yang baunya sangat busuk, “ungkapnya .

Ini salah satu Naskah di Nusantara yang mengamanatkan harus menjaga sebuah teritorial, wilayah dengan sungguh – sungguh dari penguasaan Asing , sampai-sampai dikeluarkan sumpah :” ibarat Bangkai yang ada ditempat sampah bila tidak mampu mempertahankan Tanah Air” Ungkap Anton.

Dan Naskah itu lahir di wilayah ini, maka sudah sepantasnyalah bila Santriwan Santriwati yang ada di wilayah Galunggung ini punya semangat dan daya juang berlipat ganda dalam mempertahankan wilayah teritorial NKRI dan Pancasila sebagai mana sudah dicontohkan KH Zainal Mustofa yang merupakan Pahlawan Nasional yang berasal dari Singaparna Tasikmalaya ,” Tutupnya.

Selanjutnya Ustad Ujang Sip.,M.pd., selaku Pimpinan Ponpes didampingi Dr.K.H Bachrum menyampaikan sambutannya,bahwa” mohon dukungan dari semua pihak, baik Pemerintah, maupun tokoh Masyarakat, baik moril ,maupun Materil ,demi kelancarannya Pembangunan Ponpes ini, karena saat ini Bangsa Indonesia sangat memerlukan penguatan jiwa Nasionalisme disamping Nilai Agamis,”sambutnya.

Adapun dari Kapolres yang diwakili Kasat Binmas & Kapolsek Singaparna hanya meyampaikan Dukungan Penuh atas Berdirinya Pesantren tersebut sebagai mana Pesantren yang Pancasilais dan punya semangat yang terdepan menjaga NKRI.

Demikian juga Camat Salawu mengatakan akan mengajak masyarakat untuk mendukung berdirinya Pesantren Kebangsaan ini ,karena merupakan Pesantren pertama mengdeklarasikan sebagai Pesantren Kebangsaan, dan mengajak masyarakat agar Putra- Putrinya masuk di Pesantren Assyukandari Bhayangkara.

Kemudian Acara dilanjutkan dengan doa Penutup dan menggelar peletakan batu pertama asrama putri yang diawali oleh Abah Anton , diikuti oleh para Pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir .(Red).

NARASUMBER PEWARTA : HIDAYAT KABIRO TASIKMALAYA. EDITOR RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here