Bimbingan Teknis Kemudahan Perizinan Berusaha Dalam Rangka Program Orang Tua Angkat UMK Pangan Olahan

0
9

 

Jakarta, Patriot Indonesia

Dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha pangan olahan, di bidang pengawasan pangan olahan.Kegiatan bimbingan teknis di adakan di Hotel Grend Cempaka,Jalan Letjen Suprapto,Jakarta Pusat, pada Kamis (7-7-2022).

Kegiatan bimbingan teknis memberi kemudahan perizinan usaha dalam rangka program orang tua angkat,ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada UMK pangan olahan.

Mereka selama ini memang banyak sekali membutuhkan izin edar dan mereka itu perlu diberi pemahaman yang ekstra,yang optimal tentang apa itu izin edar,bagaimana tahapan untuk mengurus izin edar itu dan bagaimana kemudian untuk menyesuaikan,

Apa yang produksi mereka itu,sehingga benar – benar sesuai dengan peraturan.Nah disini kami memberikan materi tentang masalah LED dan OSS.Sehingga para pelaku UMK ini mereka rata – rata adalah pelaku UMK rumah tangga dan juga yang ingin mendapatkan izin edar.

Sebelum melakukan pemenuhan komitmen,suport, kemudian juga mereka pelaku UMK,Sebagian pelaku UMK yang ingin mendapatkan izin edar,sehingga mereka harus mempelajari cara produksi pangan olahan yang baik beserta dokumentasinya.Disini kami sejumlah peserta yang hadir ada 60 orang,sedangkan daring ada 300 orang.Dan acara Bimtek ini di ikuti oleh para pelaku UMK dari seluruh wilayah Indonesia.

Pelatihan Bimtek ini yang pertama dan nanti ada Bimtek berikutnya yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus.Jadi kita melakukan ini sebagai pengumpan kemudian juga kita bekerjasama dengan BKPM.Nanti juga ada narasumber dari BKPM yang akan memberikan wawasan tentang masalah,nah dari sini mereka kemudian banyak sekali berdiskusi tentang masalah,bagaimana memperoleh Nomer Izin Perusahaan(NIP).

Standar produksi pangan industri rumah tangga nanti saya akan sertifikasi produk pangan industri rumah tangga,nah jadi dengan begitu cara seperti itu yang banyak sekali pertanyaan – pertanyaan ,lalu mereka mengatakan ini,itu kok susah,dan mereka merasa susah untuk memberikan dan mendapatkan wacana dan pengetahuan,sehingga mereka bisa memahami.”tutur salahsatu narasumber yg tidak bersedia disebutkan namanya,kepada para awak media. (Ayu/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here