Darurat Sampah Solusinya Insinirator Bocah Bekasi

0
137

 

MPI. Komplek sitas dan kerumitan serta semrawut bagai mengurai benang kusut saja. Persoalan sampah di Kabupaten Bekasi. Tak heran jika lantas di tenggarai Bekasi darurat sampah dan ada kesan terabaikan. Tentu perihal ini memerlukan penanganan khusus dan kebijakan
ekstra cepat (extra ordinary decision).

Selanjutnya, tentu saja Pemkab Bekasi berserta seluruh masyarakatnya harus sesegera mungkin dapat
membangun kesadaran dan komitmen bersama, untuk menanggulangi timbunan sampah di Bekasi.

Kabupaten Bekasi yang secara geografis berada di tepi Laut Jawa dan Samudra Pasifik yang konon menjadi bermuara nya sampah dunia. Kenyataan ini menunjuk kan bahwa Kabupaten Bekasi adalah salah satu pintu mengalirnya sampah daratan ke lautan.

Pertumbuhan penduduk. lantas berdatangan nya kaum urban belum lagi membanjir nya kehadiran warga
negara asing. Tentu berakibat tingginya pertumbuhan penduduk
dapat di pastikan berdampak semakin tingginya produksi sampah dan ini mejadi beban layanan Pemerintah daerah Kabupaten Bekasi.

Soal Kabupaten Bekasi di hebohkan darurat sampah. Jika sedikit saja kita luangkan waktu menengok ruang kerja Boca Bekasi. Di bilangan tambun. Mungkin yang sedang dirakit Boca Bekasi. Merupakan salasatu alternatip mesin pemusnah sampah yang dirancang dengan tehnologi sederhana. Memang Bocah Bekasi yang secara diam-diam membuat mesin pemusnah sampah. ( _Bocah Bekasi bernama H Nalib masih berdinas aktip Di TNI_ )

INSINERATOR menjadi salah satu alternatif sebagai alat pemusnah sampah yang dilakukan dengan pembakaran pada suhu tinggii dan terpadu, aman bagi lingkungan. Cara ini bisa dilakukan oleh masyarakat secara swadaya dan swakelola di *lingkungannya Desa dan Dusun* masing-masing, terutama di perkotaan yang padat penduduknya.

Pengoperasiannya mudah dan aman, karena keluaran emisi yang dihasilkan berwawasan lingkungan. Pengunaan INSINERATOR dapat memenuhi persyaratan dari Kementerian Lingkungan Hidup sesuai dengan Kep. Men LH No.13/MENLH/3/1995.

_Sedikit catatan tentang INSINERATOR, pada prosesnya merupakan pembakaran atau pemusnahan *sampah hampir 12 ton/hari* yang sisa pembakaranya adalah abu, gas dan panas. Gas sisa pembakaran tentu saja masih mengandung polutan, sedangkan panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik._
(Demikian catatan Inseminator karya Bocah Bekasi Asli Tambun)

*Catatan KH Ir Ronggosutrino Bchk*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here