PENGORBANAN KITA UNTUK NEGERI.. MASIH BUTUH ENERGY JUANG YANG KONSISTEN

0
50

 

MPI-BREBES

Brebes,17/8/2022
Sejak pagi masyarakat sudah berduyun di lapangan sepak bola desa.
Hari ini,17/8-2022 momentum untuk mengingat kembali nilai- nilai perjuangan orang terdahulu,mungkin kakek nenek kita saat itu ada di barisan paling depan ( Veteran,red) dengan gigih berbekal bambu runcing sementara yang perempuan aktif di kepanduan.

77 tahun berjalan,negeri pualam hijau yang subur makmur gemah Ripah loh jinawi dengan sabuk samudra Hindia dan pasai yang menguatkan Indonesia sebagai negara maritim.

Hamparan luas tanah dan hutan terhampar tempat keteduhan satwa, begitu elok menawan menjadi asset terbesar yang harus di kelola untuk sebaik- baik untuk kemakmuran rakyat.

Tepat pukul sepuluh, sirine bergema dari lapangan desa sebagai tanda Detik-detik Proklamasi di ucapkan oleh Ir.Soekarno di dampingi oleh Mohammad Hata di jalan pegangsaan. Jakarta di saksikan rakyat Indonesia secara langsung ataupun saat radio.
Kepala Desa Roni Habilah menyampaikan bulir motivasi semangat saat menjadi Inspektur Upacara..khususnya pada generasi muda.
” Saudaraku para pemuda,kita jangan sampai lengah,para pejuang dulu telah berpesan penting pada kita untuk merawat negeri ini dengan baik, di pundak kitalah (kaum muda) harus benar- bener memenuhi amanatnya” pesan Roni Habilah kades Brebes barat tepatnya di Desa penghasil produk tambang tali, singkat padat

Sosok yang di percaya
sebagai Komandan upacara kali ini adalah Sahrul Umam dari Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama ( IPNU,red).

Sementara itu kontributor Patriot mengabarkan bahwa sempat terjadi insiden bendera yang di kibarkan tidak bisa naik saat Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di lapangan Desa Kubangsari Kec.Ketanggungan – Brebes.

Namun tidak butuh lama adalah Dawud, mengambil sikap cepat dengan memanjat tiang bendera.
” Alhamdulillah,acara tetap berjalan dengan lancar ” ujar Kepala Desa Siswo dengan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada masyarakat yang menyaksikan gelar upacara tersebut,punya usut ternyata tali penarik bendera tidak berada di posisi rol nya.

Upacara di kedua tempat berbeda tersebut di ikuti seluruh potensi desa selain perangkat desa seperti Rt/Rw,
Hansip,Karang Taruna,PKK,Ormas seperti Banser dan Pemuda Pancasila bahkan Ibu Fatayat pengajian serta dari pihak sekolah.

Arti penting dari upacara tersebut adalah memberi ingatan pada masyarakat bahwa Negara Indonesia punya sejarah yang menjadi pancang dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI,red),hal ini penting di sampaikan kepada anak muda berkelanjutan
sekarang banyak yang hampir tidak faham dan jangan perhelatan bernyawa ghirah cinta tanah air hanya sekedar Ueforia belaka,dan lewat hari sudah melupakannya.

—- SEJARAH MERUPAKAN PINTU UNTUK MENELAAH FAKTA DARI KEJADIAN SUATU NEGERI —-

Jurnalis
MPIBrebes
Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here