PENGUATAN MENTAL DAN KEDISIPLINAN SISWA DENGAN GIAT JAMBORE PRAMUKA.

0
6

Brebes,15/8-2022
Penumbuhan sikap harus di mulai sejak dini setidaknya saat memasuki masa peralihan dari pendidikan dasar menuju tingkat menengah ( SMP,red) titik lompatan pikiran di barengi rasa ingin tahu lebih besar karena sedang proses jati diri tingkat dasar.
Persoalan ini sebenarnya harus mendapatkan prioritas waktu oleh para guru pengajar.

Mengajaknya diskusi ringan untuk menggali potensi yang melekat pada anak didik,perimbangan langkah persuasif dini lebih efektif adalah mencari solusi ringan,cepat dan akurat akan memberi efek positif.
Hal inilah yang di lakukan oleh Sekolah Menengah Pertama 3 ( SMP,red) Larangan – Kabupaten Brebes.

Baru-baru ini menggelar Jambore Pramuka,Sabtu,14/8-2022 di lapangan sepak bola Desa Larangan.

Sejumlah siswa dan guru terlibat bersama dengan membangun perkemahan yang juga bertepatan hari jadi Pramuka.

Kepala Sekolah Sekolah Menrnga Pertama 3 Larangan,Darto Hadi,S.Pd menilai cara seperti itu merupakan langkah positif dan patut di laksanakan secara berkala dan intens.
” Saya support pada guru dan anak didik dalam kegiatan tersebut, sehingga interaksi timbal balik akan terjadi,sehingga suasana cairpun akan di dapatkan” Ujarnya saat di konfirmasi lewat sambungan telphone.

Belum lagi..lanjutnya menuturkan kedepan kegiatan menjadi program intermasa sekolah,dari situ kita akan melihat kompleksitas masalah dannpotensi yang di alami siswa.

Putri Erna Erawati,S.Pd sebagai seorang guru sekaligus pembina merasa senang ketika mendengar Kepala Sekolahnya memiliki gagasan program jambore akan di laksanakan secara betkala.
“Alhamdulillah, itu suatu ide cemerlang ”
tukasnya serasa bergirang ria termasuk dua pembina lainnya Nur Fatoyah juga di amini oleh pembina putra Mukhlis,SAg dan Farhan,S.Pd.,M.Pd.
” Kurikulum sehebat apapun isinya, tanpa ada penguatan dasar akan menjadi tidak lebih baik jika tak di imbangi pembentukan karakter dan tanggungjawab diri baik dari pengajar ataupun siswa,maka kita harus memulainya dari sekarang ” papar Farhan bersemangat.

Di era digitalisasi semua info sepersekian menit sudah di dapatnya oleh pemiliknya..tanpa melalui filter ( saringan,red), dan di lahapnya secara bulat – bulat.

Konten yang tersedia berbagai rupa yang hampir sebagian besar berbasis dewasa.
” Nah itu masalahnya ” timpal Muklis nimbrung diskusi ringan santai.
” Sekarang banyak anak- anak akan menjadi dewasa sebelum waktunya” sambungnya sambil tertawa ringan entah apa yang di maksud intinya.

Dalam kegiatan Pramuka banyak nilai positif yang kelak berlanjut ke jenjang berikutnya,siswa memiliki bekal, setidaknya menjadi anak berkepribadian unggul dan tangguh bertanggungjawab serta berkepribadian.

Ada jargon penyemangat yaitu “Lakukan sekarang juga atau tidak sama sekali ” dan menerima kenyataan pahit bagi orang tua yang telah pasrahkan anaknya untuk didik yang lurus dan benar.

Kepala sekolah, melalui komite sekolah harus berdialog dengan wali murid, sehingga mereka faham.

Program ini perlu membuka kanal komunikasi dengan wali murid dan bagi pihak sekolah merupakan suatu keharusan.

Jika wali murid tidak di ajak bicara di khawatirkan akan terjadi apriori ( curiga,red ) karena di beberapa sekolah lain saat wali murid senantiasa berkaitan dengan pendanaan,itu membuat mereka nggak “ngeh”.

Kepala sekolah sebagai pengambil keputusan bisa jadi penjamin bahwa anak
yang di titipkanya menjadi anak yang memiliki karakter dan mental unggul.

— Semuanya berpulang pada niat —

Jurnalis
MPIBrebes

Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here