ASTAGHFIRULLAH.. JAGAL BERBULU SUTRA, BERGEROMBOL DALAM SATU INSTITUSI

0
8

 

by.Moh.Riyadi
Penulis.
Hancur negeri ini, yang di bangun oleh pendiri dengan berdarah- dari dan berkorban jiwa kini di kotori sedemikian rupa dengan berselimut jabatan.

Tepat di bulan Agustus, sebagai tonggak sejarah Indonesia..terbongkar nyata dengan kasat mata di buka oleh Yang Maha Kuasa dan di pertunjukan pada rakyat secara terang benderang.

Dari kasus Ferdy Sambo di mulai ” PINTU DAN RUANG GELAP, TERKUNCI KINI TERBUKA “.
Tidak kurang Menkumham Mahfud MD, mengupas dan menguliti Institusi hukum seperti Polri, Kejaksaan, Pengadilan dan Advocad brengsek..yang di sampaikanya sebagai gank mafia hukum.

Detailnya beliau terangkan bahwa jual beli kasus dengan pasal- pasal yang di transaksi kan ( Money /Uang).

Alibi- alibi pembenaran atas tindak pidana, terlebih dari penegak hukum dalam hal ini institusi Polri menjadi tameng kuat membenarkan suatu tindak kejahatan.

Kasus pembunuhan atas Brigadir Josua, oleh FS Perwira yang nongkrong sebagai Kadiv Propam tentu saja sangat erat kaitannya terhadap pembentukan mental dan karakter unggul bagi seluruh anggotanya..kini terpatahkan dan
” GAGAL ” menjadikan
Institusi yang humanis dan elegan dalam melayani masyarakat, selama ini apa yang terlontar hanya life servis saja.

Kebrutalan FS, ternyata tidak sendirian, tapi sebuah team yang terintegrasi dan tersistem.

Fakta berbicara, ada Fadil Imron Kapolda Metro Jaya,Kapolres Jakarta Selatan dan lainya setingkat perwira ( Jendral ) terceruk dan terciduk sebagai suatu komplotan
” Perwira Brengsek ” harus menerima buah karya “BUSUK” nya menikmati hotel prodeo Bareskrim.

Lantas, bagaimana sikap petinggi Polri yang jujur dan berhati bekerja untuk rakyat masih ada…..?! karena bisa saja senioritas dan kedekatan terhadap konspirator serta Jagal yang meng eksekusi pembunuhan “Brigadir Joshua ” akan mencari celah melindunginya..
( Prediksi ).

Rakyat Indonesia tak terkecuali mata dunia, kasus yang menjerat FS, melihatnya dan menunggu hasil aktif yang bisa memulihkan citra Polri.

Memang Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa Pers menyampaikan,” bahwa Polri akan bertindak tegas dan membongkar sampai ke akar- akarnya,benarkah demikian atau hanya karena mengikuti pernyataan Presiden Jokowidodo…?.

Berbalik pada kasus Enam Laskar Fron Pembela Islam ( FPI ) yang tewas mengenaskan,tubuh
nya tercabik oleh peluru anggota Polri yang saat itu FS mengerahkan pasukannya untuk menghabisinya.

Dan saat itu secara terburu Pers Confrens pun di gelar oleh dengan langsung men-Justice Enam Laskar yang di bunuhnya dengan dalih bahwa ada tembak menembak di antara keduanya, alibi ini langsung menjadi kesimpulan pembenar
dalam hal ini POLRI di bawah kepemimpinan Jendral Listyo sigit,”
langsung menetapkan korban sebagai tersangka sedang dalam fakta persidanganpun pelaku di bebas murnikan oleh hakim dengan alibi membela diri..Astaghfirullah.

Keluarga tak berdaya, pasrah menangisi kepergiannya 6 orang Syuhada tersebut walau hatinya hingga saat ini masih terluka..dengan memohon keadilan pada Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Adil.

Konspirasi mufakat jahat pelan tapi pasti terbongkar berakar karena rakyat percaya bahwa keadilan akan menentukan jalannya sendiri.

Mari kita cermati, begitu tumpulnya institusi yang di gadang sebagai faktor kunci, sebut saja KOMNASHAM, IPW, KOMPOLNAS
dan LPSK mencari jalannya sendiri. Dengan menjadi wasit di tepi lapangan berdalih tidak bisa masuk ke wilayah penyidikan..itu benar, memang tidak ada kewenangannya, tapi untuk melakukan investigasi secara detil mendalam adalah topoksinya, untuk mengungkap kebenaran,jangan hanya membeo.

Ingat tugas anda itu mengungkap sesuai versi dan kewenangan bukan menyepakati kesepadanan suara dari Polri ( jangan jadi cebong sekolam ) lembaga anda di biayai oleh negara untuk menyampaikan fakta kebenaran.

Beruntung almarhum Brigadir Joshua di dampingi oleh team Advocad pemberani yang di ketuai Kommarudin Simanjuntak ,
berusaha kuat dengan segala resikonya menghadapi hujatan orang yang tidak sepaham bahkan menghadapi pagar dinding tebal yang menyelimuti kasus ini.

Tentu saja masyarakat Indonesia patut mengapresiasinya langkah progresif menjalankan tugas profesi.

Sisi lain kasus FS yang semakin menemukan titik terang pengakuan dari FS sendiri bahwa dialah yang mengeksekusi rencana pembunuhan dari pintu gelap ini menyorot seberkas cahaya menjadi obor berbagai kasus lainnya yang terstruktur dan tersistematis yakni di dapati Bos Sambo demikian sebutan yang di langsir media, terungkap bahwa moral sebagian Perwira tersandung di lahan uang narkoba, perjudian dan esek- esek, begitu jelas aliran dana masuk ke pundi- rekeningnya yang terus membengkak dan. waooo fantastis.. men……!!
Bongkar Men…!!

Ayolah…seluruh tokoh,DPR, pegiat HAM, Ormas jiwa NKRI dan Media siap pasang badan lebih masif lagi menggali informasi kebenaran.

Juga Presiden, sebagai kepala negara lakukan bersih- bersih terhadap intitusi atas pejabat yang nyata- nyata telah berkhianat pada bangsa dan negara..! Negeri ini tidak kekurangan orang yang baik untuk menata membangun negeri.

Hari ini harus di mulai,
Kapan lagi kalau tidak sekarang…..!!!

Dan terima kasih FS, dengan kasus anda
“Bau busuk dan anyir ” telah memberitahu cara menyelesaikannya untuk perjalanan Indonesia bersih bermartabat…!!

Satu kata
” BONGKAR KEBUSUKAN SAMPAI SEAKAR-AKARNYA”

77 TAHUN INDONESIA MERDEKA…
KEDEPAN HARUS LEBIH MAPAN…!!!

demikian analisa kecil dari berbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here