WARGA ANTUSIAS HADIRI GELAR RUWAT DESA.

0
18

Patriot Indonesia -Brebes,20/8-2022

Istilah ruwat desa merupakan acara yang setiap tahun di gelar oleh tiap Pemerintah Desa,lebih lazimnya di sebut
” SEDAKAH BUMI ” sebagai wujud rasa syukur manusia pada sang Khaliq ( Allah ).

Tradisi ini di lakukan sejak turun temurun bertahun lamanya, tidak lekang oleh waktu meskipun era modernisasi terus menggelinding sepanjang waktu.

Salah satu yang melaksanakan di Kecamatan Larangan Brebes tepatnya Desa Luwung Gede dari makna Hutan yang lebat ( besar ),
demikian cerita awal muasal desa tersebut.

Gelar ruwat desa, di pimpin langsung oleh Kepala Desa Suhersih yang terpilih di kontestasi demokrasi 2019.
” Alhamdulillah gelar ruwat ini berjalan lancar sebagai tradisi budaya yang harus di pertahankan siapapun Kepala Desa nya” ujarnya di tengah para warga yang berkumpul di Balai Desa ketika memulai sambutan sebelum
di mulai acara intinya.

Hadir di acara ruwat desa, Serda Dwi Satriawan mewakili Kapolsek
(Babinkamtibmas ) dan Serda Junaedi mewakili Danramil (Babinsa) Kecamatan Larangan.
yang menitipkan pesan bahwa kondisi yang dua tahun lagi ada hajat nasional berupa pemilu Presiden,DPR/D dan DPD di 2024, meminta masyarakat menjaga desa tetap kondusif serta menjaga protokol kesehatan yang masih di terapkan.

Untuk wilayah Brebes barat, acara serupa hampir waktunya serentak yang di laksanakan bulan Agustus 2022 menjadi paket hemat kegiatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ( HUT RI,red)
” Sekalian parade acara HUT RI di lanjutkan dengan Ruwat Desa” urai Bu Kades yang cantik pemimpin ” Rosa Nada ” Group organ dangdut.

Di ketahui oleh masyarakat, pemilik suara emas yang tidak sungkan menyanyi ketika groupnya di tanggap ( manggung,red) memenuhi Sohibul hajat karena meminta harus hadir,tak banyak alasan beliau menolaknya.
permintaan tersebut.

Perhelatan sepenuhnya mendapat dukungan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ), Badan Permusyawaratan Desa ( BPD,red)Karang taruna,Bumdes dan ormas lainnya.

Pagerlan babad” Bumi Loka “pun di dalangi oleh Ki Dul dari desa Baros Kecamatan Ketanggungan, mengisahkan pertarungan Kumbang Ali seorang ksatria yang tidak bisa membiarkan penjajah yaitu Bumi loka seorang raja yang rakus dan tamak..dimana pertarungan tersebut di menangkan oleh Raden Kumbang Ali yang di sambut meriah gempita oleh rakyat.

Salah satu rangkaian menyambut Hari Kemerdekaan 77 tshunnsilam, ada olah raga unik yang belum pernah ada di Luwung Gede yaitu sepak bola putri yang menjadi hiburan warga.

Bercerita sejarah Desa Luwung Gede, ada tokoh yang hingga kini bersemayam di pepunden tengah desa, seorang pengembara bernama Ki Malang Jiwa, yang Ikhwal babad alas hutan yang sepi dan seram sarat penghuni mahluk astral juga tempat sembunyinya para perampok konon dari cerita sesepuh desa tersebut saat itu tak ada yang berani masuk ke dalam hutan saking angkernya sebelum kehadiran Ki Malang Jiwa yang masih trah Keraton Mataram jadilah sebuah perdikan ( Desa,red) Luwung Gede.

Suhersih, sosok berperangai lembut,dan aktif dalam kegiatan dan suka turun ke masyarakat untuk melihat kondisi warganya, terlebih saat awal pandemic Covid 19, rumahnya menjadi dapur penyuplai makanan untuk petugas dilapangan, memantau dan memastikan warga untuk taat pada aturan protokol kesehatan.
” Saya ingin merasakan apa yang di alami warga saya, akibat musibah covid ” pungkasnya menutup bincang santai bersama Patriot,di sela- acara Ruwat Bumi yang di gelar di halaman Balai Desa.

— TRADISI BUDAYA LELUHUR HARUS DI PERTAHANKAN AGAR GENERASI MUDA BISA MEMAHAMI HAKIKAT HIDUP GAGAYUHAN BERSAMA UNTUK MEMBANGUN DESANYA—–

Jurnalis MPI
Biro Brebes
Mohammad Riyadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here